youngster.id - Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), percepatan transformasi digital, serta meningkatnya tuntutan praktik bisnis berkelanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG) telah menggeser kualifikasi talenta di dunia kerja. Kini, industri tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, melainkan mencari generasi muda yang berpikir kritis, mampu berkolaborasi lintas disiplin, dan menciptakan solusi berdampak nyata bagi masyarakat.
Perubahan paradigma ini menjadi fokus pembahasan utama dalam forum “Beyond Profit: Creating Impactful Innovation”, bagian dari rangkaian program Road to Permata INSPIRE yang diselenggarakan PermataBank di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta. Forum ini mempertemukan perspektif akademisi, pelaku industri, dan sektor perbankan untuk membekali para mahasiswa.
Profesor School of Business and Social Innovation Unika Atma Jaya, Prof. Rosdiana Sijabat, menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang adaptif. Menurutnya, pemahaman atas teknologi harus diimbangi dengan integritas, kesadaran isu keberlanjutan, serta kemampuan berkolaborasi.
“Future advantage is not just about profit, but the ability to create responsible impacts,” tegas Prof. Rosdiana, dikutip Rabu (22/7/2026).
Pandangan senada disampaikan oleh Director of Strategy & Corporate Development PT Fore Kopi Indonesia Tbk, M. Fahmi Rachmattulah. Di tengah masifnya otomatisasi dan AI, keahlian memahami kebutuhan dasar manusia menjadi nilai pembeda utama. Fahmi membagikan tiga prinsip penting bagi generasi muda, yaitu selalu Mulai dari Masalah Nyata dengan berfokus menciptakan solusi atas persoalan riil di masyarakat, bukan sekadar produk yang menarik secara visual.
Selanjutnya, penting untuk membangun Sinergi Profit dan Dampak Sosial, karena bisnis berkelanjutan adalah bisnis yang mampu menyelaraskan keuntungan finansial dengan manfaat sosial secara seimbang. Terakhir, ia menekankan pentingnya Investasi pada Manusia dengan mengutamakan pengembangan potensi manusia sebelum membangun sistem, agar teknologi yang dikembangkan dapat benar-benar tepat sasaran.
Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Road to Permata INSPIRE
Division Head Corporate Relation & CSER PermataBank, Melinda Hoesain, menegaskan bahwa pergeseran di dunia kerja membutuhkan kolaborasi erat antara sektor pendidikan dan industri.
“Kami percaya mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk berdialog langsung dengan praktisi agar memahami tantangan nyata dunia usaha. Melalui Road to Permata INSPIRE, kami mempertemukan perspektif akademisi, pelaku industri, dan generasi muda agar lahir ide yang relevan bagi bisnis sekaligus berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Melinda.
Rangkaian Road to Permata INSPIRE sebelumnya telah hadir di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) membawa topik “ESG for Tomorrow Leaders”. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 200 mahasiswa lintas disiplin. Melalui inisiatif ini, Permata Bank berkomitmen mencetak generasi muda yang siap menjadi agen perubahan (agents of change) dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di masa depan.
STEVY WIDIA
