youngster.id - Memiliki kesiapan untuk masuk dunia kerja tidak lagi cukup bagi talenta muda. Di tengah kebutuhan industri yang terus berubah, kemampuan teknis dan soft skill yang dimiliki pencari kerja juga perlu relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Career Day 2026 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Yayasan Plan International Indonesia dan DBS Foundation.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan kesiapan kerja tidak dapat dilepaskan dari kemampuan anak muda dalam mengelola aspek finansial.
“DBS Foundation berkomitmen untuk mendorong inklusi, meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja agar lebih banyak kaum muda berpeluang mendapatkan pekerjaan yang layak. Melalui kolaborasi dengan Plan Indonesia, kami berharap Career Day dapat menghubungkan kaum muda dengan dunia kerja, sekaligus meningkatkan literasi keuangan mereka agar mampu mengambil keputusan yang lebih bijak dan membangun karier yang berkelanjutan,” kata Mona pada gelar Career Day 2026, Rabu (19/8/2026) di Gedung Serbaguna Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta.
Mona menegaskan, penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam program You RISE (Youth be Ready, Inclusive, Skilled, Empowered) yang dijalankan DBS Foundation dan Plan Indonesia di Jabodetabek, Medan, dan Surabaya pada periode 2025–2027.
Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 24.634 kaum muda telah mengikuti pelatihan perencanaan keuangan. Sementara itu, 24.607 kaum muda telah mendapatkan pelatihan kesiapan kerja. Masing-masing program juga diikuti 892 peserta penyandang disabilitas.
Program You RISE juga telah memberikan pelatihan teknis dasar yang intensif, pendampingan, serta keterhubungan dengan industri kepada 1.771 kaum muda.
“Hasil pelatihan tersebut mulai terlihat melalui akses peserta terhadap dunia kerja. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 703 kaum muda telah mendapatkan penempatan kerja di Jakarta, Medan, dan Surabaya melalui kolaborasi dengan 111 mitra sektor swasta,” ungkap Mona.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kompetensi dapat menjadi jembatan antara talenta muda dengan kebutuhan industri. Pelatihan tidak hanya diarahkan agar anak muda memiliki keterampilan, tetapi juga agar keterampilan tersebut relevan dengan peluang kerja yang tersedia.
Career Day 2026 juga tidak sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Sebanyak 200 pencari kerja terpilih sebelumnya telah mendapatkan pembekalan kompetensi berupa hard skills dan soft skills, serta mengikuti proses seleksi awal dan screening curriculum vitae (CV) secara daring.
Setelah melalui tahapan tersebut, mereka dipertemukan dengan 25 perusahaan dari sektor ritel, teknologi informasi, perbankan, hingga perhotelan. Sebanyak 75 lowongan pekerjaan tersedia dalam kegiatan tersebut, dengan potensi penyerapan hingga 850 tenaga kerja baru.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesiapan kerja semakin diarahkan pada kemampuan talenta untuk memenuhi kebutuhan nyata di dunia industri, bukan sekadar kemampuan memenuhi persyaratan administratif dalam proses rekrutmen.
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, mengatakan perubahan kebutuhan dunia kerja juga menuntut perubahan cara perusahaan melihat calon tenaga kerja.
“Paradigma kita harus berubah. Kita tidak lagi sekadar mencari ‘pekerja yang patuh’, melainkan membutuhkan ‘talenta yang tangkas’. Kepada para pimpinan perusahaan, saya mengajak untuk mengubah lensa rekrutmen kita: Hire for attitude and potential, train for skills. Ekosistem industri yang hebat dibangun oleh perusahaan yang mau ikut serta mencetak talentanya,” ungkapnya.
Kemnaker mencatat 1.411.857 penempatan tenaga kerja dari sektor swasta maupun instansi pemerintah hingga Agustus 2026. Penempatan tersebut dilakukan melalui berbagai program, termasuk pemagangan dan job fair.
Angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan pengembangan SDM bukan hanya menciptakan lebih banyak pencari kerja, tetapi juga memastikan talenta yang masuk ke pasar kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post