Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Ini Dua Skill Strategis Yang Dibutuhkan di Tahun 2024

18 Januari 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
keahlian strategis

Ini Dua Skill Strategis Yang Dibutuhkan di Tahun 2024 (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Tahun baru, resolusi baru. Adakah diantara kamu yang punya resolusi dalam meningkatkan kapasitas diri, terutama dari sisi hardskill? Misal menguasai bahasa asing baru, atau keterampilan yang bisa menunjang karir kamu, atau bahkan bisa menjadi penunjang untuk pekerjaan sampingan?

Tahukah kamu? Bahwa di tahun ini dan kedepannya, skill di bidang teknologi dan keterampilan berbahasa asing menjadi sangat penting. Hal ini didorong oleh masifnya digitalisasi dan penggunaan sektor teknologi di hampir semua industri.  Agen perekrutan Michael Page pernah mendaftar sejumlah pekerjaan yang memiliki kebutuhan SDM yang tinggi atau selalu getol membuka lowongan pekerjaan.

Ternyata pekerjaan yang banyak dibutuhkan didominasi di sektor teknologi, mulai dari DevOps Engineer, analis data, web developer, hingga ahli keamanan siber. Seluruh karier tersebut tidak memerlukan latar belakang pendidikan di bidang teknologi asalkan menguasai job desc yang bersangkutan.

Khusus untuk ahli keamanan siber, kebutuhannya tinggi karena sejumlah faktor. Pertama kebutuhan yang melonjak belum sebanding dengan supply ahlinya. Di Indonesia saja, menurut Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), kasus kejahatan siber melonjak hingga hampir tujuh kali lipat pada tahun 2019 yakni sebesar 98,2 juta serangan, jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 12,8 juta serangan. Terbayang kah betapa dibutuhkannya skill ini?

Baca juga :   Tanggapi Rumor Penyalahgunaan Keuangan, E-fishery Ganti Jajaran C Level

Selain skills di bidang teknologi, bahasa asing merupakan keterampilan yang banyak dibutuhkan. Tahukah kamu, mempelajari bahasa asing dapat memberikanmu kesempatan untuk bekerja di luar negeri dan memperluas pengalaman hidup secara profesional maupun personal? Lalu, bahasa apa yang bisa kita mulai pelajari?

Jika melihat topik viral di media sosial, akhir-akhir ini banyak postingan yang berisi testimoni mengenai pekerja terampil Indonesia yang berkarir di luar negeri, salah satunya Jepang. Negeri matahari terbit ini memang getol menarik minat pekerja asing untuk bekerja di beberapa sektor, karena sejumlah alasan mulai dari angka populasi yang semakin menurun, banyaknya sektor padat karya yang memerlukan tenaga manusia, hingga SDM Indonesia yang diminati karena keuletannya.

Baca juga :   Hacktrace Independence Day Competition 2024, Jaring Talenta Untuk Keamanan Siber

Hal ini dialami secara pribadi oleh Audrey Izzati Zahira, WNI yang saat ini bekerja di Jepang. Ia mulanya sulit mendapatkan pekerjaan ketika masih berada di Indonesia. Karena tak kunjung memberikan hasil, dengan keterampilan Bahasa Jepang seadanya Audrey nekat pergi ke Prefektur Nagano, untuk mengasah lebih dalam kemampuan bahasanya.

“Setelah mencoba melamar, akhirnya saya mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan disini (Jepang). Semangat, keuletan, dan keceriaan saat wawancara membuat saya terpilih dan mendapatkan kesempatan kerja disini,” ujar Audrey yang sudah bermukim enam tahun di Jepang.

Merry Rahmawati, Pengajar Bahasa Jepang Aki no Sora pada Edtech Cakap, pun memiliki pandangan yang mendukung cerita di atas. Menurutnya, berbeda dengan Indonesia, Jepang saat ini banyak membutuhkan SDM di berbagai bidang seperti, perawat, staff Hotel, dan Industri Manufaktur apalagi setelah masa Pandemi.

Baca juga :   Menuju Industri Fintech P2P Lending yang Sehat dan Berintegritas

“Setelah masa pandemi berakhir, akses dan kesempatan untuk bekerja di Jepang menjadi semakin mudah dan lebar. Saat ini perusahaan Jepang dan Indonesia kian getol bekerja sama dengan penawaran gaji yang tinggi,” ujar Merry.

Oleh karena itulah Bahasa Jepang sangat layak untuk dipertimbangkan sebagai resolusi upgrade diri tahun ini. Tidak memerlukan waktu tahunan, untuk bisa lancar dalam berbicara dan berkomunikasi sehari-hari Bahasa Jepang diperlukan waktu tiga sampai lima bulan saja.

Seperti Audrey, ketika kamu menginvestasikan waktu dan usaha dalam meningkatkan keterampilan, maka kamu pun berkesempatan untuk lebih unggul, memperluas karir, dan melesat lebih jauh. Jadi sudah siapkah kamu meng-upgrade diri dengan skill strategis tersebut?

 

STEVY WIDIA

Tags: edutech Cakapkeamanan siberkursus Bahasa Jepang
Previous Post

Aturan TKDN Kendaraan Listrik Buka Kue Pangsa Pasar bagi Pelaku Usaha

Next Post

Dorong Lahirnya Inovasi Digital, NTT dan Microsoft Buka Digital Experience Center di Jakarta

Related Posts

ITSEC Asia
Industry

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
0
startuo AI funding
Startup & Entrepreneurship

Investor Guyur Startup AI Tahap Awal US$9 Miliar, Sektor Robotika dan Keamanan Siber Jadi Primadona

21 Februari 2026
0
WhizHack Technologies
Technology

WhizHack Technologies Resmi Masuk Pasar Indonesia, Fokus Perkuat Keamanan Siber

3 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Digital Experience Center (DXC)

Dorong Lahirnya Inovasi Digital, NTT dan Microsoft Buka Digital Experience Center di Jakarta

Qualcomm x Samsung

Chipset Snapdragon Dukung Flagship Samsung

media luar ruang AMG

Implementasi Inisiatif Out of Phone, TikTok Gandeng AMG

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version