Senin, 16 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Investasi Untuk Startup Indonesia Sudah Capai US$3 Miliar

19 September 2017
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Investasi Untuk Startup Indonesia Sudah Capai US$3 Miliar

Indonesia Venture Capital Outlook 2017. (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kepercayaan investor meningkat terhadap pasar startup Indonesia. Hal itu ditunjukan dengan pertumbuhan investasi terhadap perusahaan-perusahaan startup 68 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Demikian hasil penelitian baru dari Google dan AT Kearney.

Riset itu menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi untuk startup naik dari US$1,4 miliar pada tahun 2016 menjadi US$3,0 miliar di bulan ke-8 tahun 2017.

“Kita dapat lihat bahwa momentum investasi start up telah naik dua kali lipat dari tahun 2016. Penemuan dari laporan ini sangat bermanfaat dan kami berharap ini dapat membantu meningkatkan investasi terhadap ekosistem startup lebih jauh lagi,” kata Tony Keusgen Managing Director Google Indonesia, pada Indonesia Venture Capital Outlook 2017, Selasa (19/9/2017) di Jakarta.

Menurut penelitian yang pertama kalinya diadakan di Indonesia ini, nilai investasi global terus melonjak dalam lima tahun terakhir, meskipun aliran kesepakatan telah stabil dan mencapai tahap akhir (Seri C ke atas). Meskipun Amerika Serikat hingga kini masih merupakan pusat startup dunia, investasi di Asia tumbuh dengan sangat pesat, terutama di China, India dan Asia Tenggara. Jika kita meneliti lebih dalam, jelas ditunjukkan bahwa nilai investasi di Asia Tenggara tumbuh paling cepat di Asia, dipimpin oleh Singapura dan Indonesia.

Baca juga :   Karya Developer Game Lokal Makin Berkibar di Dunia

Menurut Tony, Google sangat percaya terhadap potensi ekonomi digital Indonesia. Dan laporan VC Outlook ini jelas menunjukkan bahwa banyak investor lokal maupun luar memiliki antusias yang sama. Riset dari Indonesia Venture Capital Outlook 2017 yang dilakukan dari Mei hingga Agustus 2017 ini menunjukkan bahwa lanskap start up di Indonesia masih berada di tahap awal tetapi mengalami kemajuan yang sangat pesat, utamanya pada kategori e-Commerce dan transportasi.

Pihak VC yang diwawancarai dalam studi ini ingin menyorot empat area utama yang dapat dilakukan untuk mempercepat kemajuan ekosistem startup Indonesia: pengembangan SDM, insentif perpajakan, opsi pendanaan, serta kemudahan memfasilitasi start up. “Seperti yang kita lihat dari pasar-pasar maju, pihak pemerintah berperan sangat penting,” tulis laporan tersebut.

Baca juga :   Startup Logistik Punya Peluang Pasar US$230 Miliar di Indonesia

Investasi mendatang sangatlah bergantung terhadap keyakinan investor terhadap kondisi pasar, jadi penting halnya memahami bagaimana para investor memandang pasar Indonesia, baik dalam jangka panjang maupun pendek.

Berdasarkan pada analisa mendalam tentang lanskap VC dan aliran investasi, serta sejumlah wawancara langsung dengan lebih dari 25 VC lokal dan luar negeri, penelitian ini bertujuan untuk dapat memahami pandangan investor dan prioritasnya di Indonesia.

Para investor modal ventura tetap sangat percaya terhadap peluang investasi Indonesia, menilik dari kemajuan ekonomi negara, jumlah kelas menengah yang meningkat, serta begitu banyaknya jumlah populasi anak muda yang sangat melek teknologi. Sektor fintech dan kesehatan muncul sebagai kategori teratas untuk investasi masa depan.

Baca juga :   Pengusaha Muda Asal Bandung Jadi Jawara DSC Season 14

“Kami sangat terkejut melihat antusias para VC dan betapa mereka sangat yakin terhadap peluang yang dimiliki Indonesia. Potensi pasar ini untuk meningkat sangatlah bagus, begitupun dengan kebutuhan terhadap para developer. Tapi bukan perubahan yang bertahap yang kita butuhkan, melainkan harus ada sokongan yang sangat kuat untuk menghadirkan talenta-talenta ini agar pihak start up dapat memenuhi permintaan pasar,” ungkap Alessandro Gazzini Partner, AT Kearney.

Dengan meneliti lanskap investasi start up Indonesia, studi ini akan memberikan gambaran mengenai pandangan para investor serta rekomendasi bagi para pemilik bisnis serta pembuat kebijakan tentang bagaimana menciptakan peningkatan untuk semakin memperkuat keyakinan VC terhadap pasar Indonesia serta memikat investasi lokal dan luar untuk tahun-tahun mendatang.

FAHRUL ANWAR

Tags: AT KearneyGoogleinvestasistartup Indonesiaventure capital
Previous Post

C Channel, Penyedia Konten Video Fashion Hadir di Indonesia

Next Post

Pariwisata Indonesia Makin Diperhitungkan di Asia Pasifik

Related Posts

Google Ventures (GV)
STARTUP

Investasi Startup dan Akuisisi Jumbo, Google Dominasi Ekosistem Venture Global

5 Februari 2026
0
Infobip - Telkomsel
BIZTECH

Kembangkan RCS for Business di Indonesia, Telkomsel Gandeng Infobip dan Google

18 Desember 2025
0
Google Luncurkan Fitur Keamanan Untuk Layanan Daurat dan Situasi Kritis
BIZTECH

Google Luncurkan Fitur Keamanan Untuk Layanan Daurat dan Situasi Kritis

13 Desember 2025
0
Load More
Next Post
Pariwisata Indonesia Makin Diperhitungkan di Asia Pasifik

Pariwisata Indonesia Makin Diperhitungkan di Asia Pasifik

Ekosistem Startup Digital Perlu Dibangun

Acer Indonesia Buka Acer Official eStore

Fenox dan Bekraf Gelar Penjurian Regional SWC Asia Tenggara

Fenox dan Bekraf Gelar Penjurian Regional SWC Asia Tenggara

Discussion about this post

Recent Updates

Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version