Minggu, 29 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Kurang Data Membuat Startup Sering Gagal

23 Juli 2017
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
Kurang Data Membuat Startup Sering Gagal

(ki-ka) Robertus Theodore (​Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden​), Dr. Eddy Junarsin, MBA (Kepala Sub Direktorat Pengembangan Usaha, Universitas Gadjah Mada),Octa Ramayana Kepala Program Inkubasi KIBAR, Enda Nasution Executive Director Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Membuat startup belakangan ini menjadi tren di kalangan anak muda. Mereka berlomba membuat perusahaan baru yang menghadirkan solusi demi mempermudah kegiatan sehari-sehari. Namun tidak semua berhasil menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Kepala Program Inkubasi KIBAR, Octa Ramayana menilai, hal itu karena kadang anak muda mempunyai kecenderungan meniru startup yang telah muncul lebih dulu dan sukses. Akibatnya, konsep yang ditawarkan tidak jauh dari mengatasi masalah transportasi atau berbelanja.

“Kalau pun ingin bikin yang sama, sesuaikan dengan kebutuhan. Sesuai dengan apa yang orang-orang butuhkan, bukan hanya kebutuhan sendiri,” kata Octa yang juga pendiri Tonggak.id dalam diskusi di menara Kibar belum lama ini.

Baca juga :   OLX Gunakan 200 Tracker Hingga Akhir 2016

Menurut Octa startup yang akhirnya gagal, banyak disebabkan oleh kurang data yang tervalidasi. Dia mengutip survei laman qz.com, kurang data saat membuat startup menyebabkan bisnis tidak langgeng . Ada 54% yang tidak bisa berkembang, ada 46% kehabisan modal dan 34% kurang daya tarik.

Kekurangan data juga dapat berakibat pada kurang investor 25%, masalah teknis atau pada produk 24% dan tidak memenuhi kebutuhan pasar 23%. Kemudian, kalah dalam kompetisi (19%), masalah pengembangan konsumen (17%) dan kurang fokus (17%) juga masuk urutan teratas penyebab startup gagal akibat kekurangan data.

Sementara itu Direktur Eksekutif Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Enda Nasution, berpendapat startup dapat menggunakan data untuk menemukan peluang bisnis.

Baca juga :   A100, Program Alibaba untuk Akselerasi Transformasi Digital Pelaku Usaha

“Misalnya fokus menyelesaikan masalah di area tertentu daripada di area yang sudah punya banyak pemain,” kata dia.

Enda, yang juga pegiat media sosial, mengingatkan tidak semua masalah berpotensi menjadi bisnis.

Startup yang dibuat anak muda sebaiknya berupa bisnis yang memiliki dampak sosial seperti menciptakan lapangan pekerjaan dan yang mempermudah kegiatan sehari-hari.

FAHRUL ANWAR

Tags: dataKIBARstartuptonggak.id
Previous Post

LV Rilis e-commerce di Tiongkok

Next Post

26 Negara Jadi Peserta Sanur Internasional Kite Festival

Related Posts

Startup Stablecoin BVNK
Digital Business

Mastercard Akuisisi Startup Stablecoin BVNK Senilai US$1,8 Miliar

24 Maret 2026
0
Startup Capunglam
Startup & Entrepreneurship

Startup Capunglam Hadirkan Model Usaha Pangan Skala Rumah Tangga

9 Maret 2026
0
investasi startup Indonesia 2025
Startup & Entrepreneurship

Investasi Startup Indonesia 2025 Tembus US$355 Juta: Sektor New Retail dan Fintech Mendominasi

5 Maret 2026
0
Load More
Next Post
26 Negara Jadi Peserta Sanur Internasional Kite Festival

26 Negara Jadi Peserta Sanur Internasional Kite Festival

Ini Hasil Riset Soal Kebahagiaan di Media Sosial

Canon Luncurkan Kamera Saku Untuk Vlogger

Canon Luncurkan Kamera Saku Untuk Vlogger

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version