Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Perlu Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Indonesia

3 Maret 2025
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Amartha

CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra dan Mitra UMKM Binaan. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Untuk mendorong peningkatan daya saing UMKM, PT Amartha Mikro Fintek memperluas kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, perbankan serta pengusaha UMKM.

Chief Risk & Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto mengatakan, selama 14 tahun Amartha telah melayani lebih dari 2,7 juta perempuan pengusaha mikro dan ultramikro di 50 ribu desa di seluruh Indonesia. Namun hasil riset Amartha menemukan bahwa segmen ini memerlukan strategi intervensi dari berbagai pihak.

“Untuk itu, Amartha berinisiatif mempertemukan berbagai pemegang kepentingan untuk membangun kolaborasi lintas sektor dan institusi. Kami berharap dapat menjadi media jejaring dan memberikan risalah kebijakan yang menjadi dasar bagi semua pihak untuk bergerak secara sinergi dalam mensejahterakan UMKM,” kata Aria dalam gelar diskusi bertajuk “Menyelaraskan Visi Pemerintah dengan Aksi Akar Rumput” baru-baru ini di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UKM, Riza Damanik  menyoroti potensi dan daya tahan dari para pengusaha mikro dan ultra mikro memiliki daya tahan yang cukup kuat, dimana sektor ini telah teruji tahan dari krisis ekonomi. “Salah satu karakteristik pengusaha mikro dan ultramikro, mereka punya daya cukup kuat,” ujarnya.

Baca juga :   Mau Kuliah di Korea Selatan? Inilah 5 Universitas Terbaiknya

Meski demikian, Riza mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi pengusaha mikro, salah satunya rendahnya produktivitas karena postur usahanya belum mencapai skala ekonomi yang memadai. Menurut dia, beban produksi usaha mikro lebih tinggi, biaya produksi lebih mahal, alat produksi terbatas, tenaga kerja sedikit, dan sulit mendapatkan akses pasar yang berkelanjutan.

“Oleh karena itu, pemerintah mendorong agar usaha mikro mulai berkelompok, membangun klaster-klaster usaha yang sejenis dalam satu ekosistem dan bisa membangun kemitraan dengan usaha kecil, menengah, atau usaha besar,” katanya.

Riza yakin, produktivitas pengusaha mikro bisa jauh lebih baik jika berkelompok. Dia mencontohkan transaksi di klaster sentra pedagang pasar yang melibatkan 2,8 juta usaha mikro, punya kontribusi 13,09% terhadap PDB Indonesia. Di sentra pangan, ada sekitar 28 juta pengusaha mikro di perdesaan yang bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, berkontribusi sekitar 12,9% terhadap PDB.

Baca juga :   Kementerian Pariwisata Hadirkan Kurator Digital Berbasis AI

“Saya kira ini juga yang sedang dilakukan oleh Amartha dengan klaster-klaster usaha yang sedang dibangun di sejumlah daerah. Kalau kita lihat bangunan usaha besar, kenapa bisnisnya menjadi efisien? Karena memang dibangun dalam skala ekonomi yang memadai,” tutur dia.

Tantangan lain, usaha mikro kurang terencana, sehingga sulit naik kelas. Banyak usaha mikro juga belum memiliki nomor induk berusaha (NIB). “Karena itulah pentingnya perluasan kolaborasi pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat sipil, termasuk dalam hal  memberi pendampingan pada pelaku usaha mikro,” tegas Riza.

Sementara, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Usaha dan Permodalan Kementerian Pariwisata, Hanifah, mengatakan, pendampingan sangat dibutuhkan UMKM. Menurut dia, saat ini banyak pengusaha mikro belum paham mengelola keuangan, sehingga pendanaan yang diberikan tidak bisa maksimal mengembangkan bisnis mereka.

“Pendampingan juga penting bagi UMKM untuk mengakses pasar, meningkatkan kuantitas serta kualitas produk.  Termasuk memastikan produk mereka kualitasnya memenuhi apa yang diinginkan oleh pasar,” kata Hanifah.

Baca juga :   Traveloka Jadi Co-Branding Wonderful Indonesia

Hasil pemaparan akan menjadi bagian dari agenda di acara The 2025 Asia Grassroots Forum hosted by Amartha, yang diselenggarakan di Bali pada 21-23 Mei 2025. Forum ini akan diikuti 1.000 peserta global, terdiri dari perwakilan pemerintah, pengusaha, startup, investor, akademisi, LSM serta inovator. The 2025 Asia Grassroots Forum diharapkan dapat mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menguatkan dan memberdayakan komunitas akar rumput se-Asia.

 

STEVY WIDIA

Tags: Kementerian PariwisataKementerian UKMPT Amartha Mikro FintekThe 2025 Asia Grassroots Forumushaa mikro kecil dan menengah (UMKM)
Previous Post

OVO Ajak Masyarakat Berantas Judi Online, Ada Hadiah Rp60 Juta

Next Post

Newland AIDC Gandeng TTI Untuk Terobos Pasar di Indonesia

Related Posts

Kementerian Pariwisata Hadirkan Kurator Digital Berbasis AI
AI & CYBER

Kementerian Pariwisata Hadirkan Kurator Digital Berbasis AI

2 Desember 2025
0
Creators Lab, Bekali Mahasiswa Strategi Pemasarn Digital dan Afiliasi
Headline

Creators Lab, Bekali Mahasiswa Strategi Pemasarn Digital dan Afiliasi

17 Juni 2025
0
Amartha Buka Program Beasiswa Bagi Mahasiswa Perempuan di Bidang STEAM
News

Amartha Buka Program Beasiswa Bagi Mahasiswa Perempuan di Bidang STEAM

5 Mei 2025
0
Load More
Next Post
Newland AIDC

Newland AIDC Gandeng TTI Untuk Terobos Pasar di Indonesia

Startup LindungiHutan

Menurun dari Tahun Sebelumnya, LindungiHutan Tanam 158.798 Pohon di Tahun 2024

startup Zentide

Startup Zentide Mendapat Pendanaan Awal Sebesar Rp8,6 Miliar dari Wavemaker Impact

Discussion about this post

Recent Updates

XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version