youngster.id - Platform pencarian kerja asal Indonesia, Pintarnya, memperoleh fasilitas kredit senilai US$14 juta atau sekitar Rp235 miliar dari Growth Credit Fund milik January Capital. Pendanaan ini melanjutkan pendanaan ekuitas Seri A sebesar US$16,7 juta yang diumumkan perusahaan pada Agustus 2025.
Co-founder Pintarnya, Henry Hendrawan, mengatakan kombinasi pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan kapabilitas platform serta memperluas jaringan layanan keuangan Pintarnya di seluruh Indonesia.
Menurutnya, perusahaan tengah membangun ekosistem terintegrasi antara platform ketenagakerjaan dan layanan pembiayaan berbasis aset.
“Kami membangun ekosistem unik yang menghubungkan platform tenaga kerja kerah biru terbesar di Indonesia dengan jaringan cabang fisik berbasis digital untuk pembiayaan berbasis aset,” kata Henry, seperti dilansir DealStreetAsia.com, Kamis (8/1/2026).
Pasca pendanaan Seri A, Pintarnya telah mengantongi total US$26,54 juta pendanaan ekuitas. Kepemilikan saham terbesar masih dipegang oleh tiga pendirinya, diikuti oleh Square Peg (11,61%), Peak XV (11,14%), Vertex Ventures SEA & India (11,11%), dan East Ventures (7,28%), berdasarkan data DealStreetAsia DATA VANTAGE.
Partner-Credit January Capital, Glenn Chao, mengatakan pihaknya melihat potensi kuat Pintarnya dalam meningkatkan akses layanan keuangan masyarakat Indonesia.
“Kami antusias mendukung Pintarnya melalui fasilitas growth credit ini seiring perusahaan memperluas misinya untuk meningkatkan kualitas hidup finansial jutaan masyarakat Indonesia,” ujar Chao.
Ia menambahkan, investasi ini mencerminkan komitmen January Capital dalam mendukung perusahaan tahap pertumbuhan di kawasan Asia-Pasifik melalui solusi pembiayaan kredit yang fleksibel dan non-dilutif.
January Capital meluncurkan dana kredit perdananya pada pertengahan Desember 2025 dengan total komitmen lebih dari US$130 juta, yang didukung antara lain oleh SBI Holdings, GMO Payment Gateway, Orient Growth Ventures, serta Australian Philanthropic Services Foundation. Dana tersebut menyalurkan pinjaman senior berjaminan senilai US$10–20 juta kepada perusahaan tahap pertumbuhan.
Didirikan pada 2022 oleh Nelly Nurmalasari, Henry Hendrawan, dan Ghirish Pokardas, Pintarnya awalnya berfokus pada layanan pencocokan kerja dengan fitur pembuatan CV berbasis AI. Saat ini, platform tersebut melayani lebih dari 10 juta pengguna dan 40.000 perusahaan, dengan lebih dari 100.000 lowongan kerja aktif.
Selain layanan ketenagakerjaan, Pintarnya mengembangkan layanan pembiayaan berbasis gadai digital melalui Pandai Gadai, yang telah memiliki lebih dari 140 outlet di wilayah Jabodetabek dan dimanfaatkan oleh lebih dari 200.000 pengguna. (*AMBS)



















Discussion about this post