Selasa, 7 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Potensi Pasar Fintech Diprediksi Bisa Capai Rp 1.000 Triliun

8 April 2017
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Potensi Pasar Fintech Diprediksi Bisa Capai Rp 1.000 Triliun

Gelar Sharing Vision Fintech 2017 Jumat (7/4/2017) di Crowne Plaza, Bandung. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Potensi pasar financial technology (fintech) di Indonesia diprediksi mencapai Rp 1.000 triliun tahun ini. Hal itu diikuti dengan pertumbuhan sebesar 20%-50% per tahun. Namun, hingga saat ini realisasinya diperkirakan baru 25% atau sekitar Rp 250 triliun.

Demikian diungkapkan Dimitri Mahayana Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, pada Sharing Vision Fintech 2017 Jumat (7/4/2017) di Crowne Plaza, Bandung. Dengan pertumbuhan sebesar itu, ia memprediksi, dalam lima sampai 10 tahun ke depan fintech berpotensi menyamai atau bahkan melampaui industri perbankan konvensional.

“Kalau dibandingkan perbankan konvensional, nilai transaksi fintech saat ini masih kecil. Belum sampai 10%. Akan tetapi, pertumbuhannya sangat pesat. Padahal, usia fintech baru sekitar dua tahun,” katanya.

Dimitri juga memprediksi, potensi pengguna fintech di Indonesia tahun ini bisa mencapai 17 juta user. Estimasi tersebut merujuk pada data pengguna internet Indonesia yang tahun ini diperkirakan sudah mencapai 130 juta orang.

“Sekitar 10-15% sudah gunakan fintech. Hitungan Sharing Vision berkisar antara 13 juta sampai 17 juta user,” katanya.

Dari sisi layanan, menurut dia, pengetahuan masyarakat akan layanan fintech berkembang cepat. Hal itu ditunjang dengan cepatnya layanan fintech yang bahkan dinilai sudah mampu mengimbangi perbankan dan lembaga keuangan lain yang sudah mapan.

Hasil survey Sharing Vision menunjukkan, kepuasan responden atas fintech terutama karena aplikasi yang mudah digunakan dan pelayanan yang cepat. Fintech sudah mampu memberikan layanan satu klik, diproses antara 1-5 detik, bahkan ada yang mampu 0,1 detik.

“Sangat jarang yang lamban, misalnya satu klik diproses 10 detik atau lebih. User juga tidak perlu ke bank. Banyak UKM senang dengan ini karena tidak harus meminggalkan pekerjaannya,” ujar Dimitri.

Dosen ITB ini melanjutkan, gambaran besarnya fintech payment, antara lain terlihat di Martabak Andir, Kota Bandung. Menurut riset Sharing Vision, penjualan berbasis pesanan ojek daring bisa mencapai Rp4 juta per hari atau total Rp120 juta/bulan.

Demikian pula dengan ibu rumah tangga yang berbisnis sampingan di rumah mengandalkan jasa kurir. Dimitri mencontohkan tetangganya sendiri yang mampu menjual hingga 1.000 selimut per bulan dengan bertumpu basis pembayaran daring.

“Namun dari semuanya itu, perlu diwaspadai sistem keamanannya. Resikonya adalah serangan terhadap sistem fintech. ni sudah terjadi ke sebuah web ticketing yang kena bobol miliaran rupiah,” pungkasnya.

Head of Bank Indonesia (BI) Fintech Office, Junanto Herdiawan, mengatakan, dalam lima tahun terakhir fintech di Indonesia tumbuh signifikan, dari Rp 3 miliar menjadi Rp 18 miliar. Sebagian besar fintech jenis payment ritel, sekitar 50%.

“Tingginya pertumbuhan fintech menandakan inovasi berjalan dengan baik. Penetrasi UMKM juga menjadi lebih luas dengan adanya fintech dan perputaran uang semakin cepat, sehingga mendorong inklusi keuangan,” katanya.

Ia memprediksi, ke depan fintech akan menjadi substitusi perbankan. Menurut dia, keduanya tidak akan saling mematikan karena masing-masing menyasat pasar yang berbeda. Fintech membidik ceruk pasar yang tidak terlayani perbankan.

 

STEVY WIDIA

Tags: Bank Indonesia (BI)Dimitri Mahayana Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Visionfinancial technologi (Fintech)fintech indonesiaSharing Vision Fintech 2017
Previous Post

IIMS 2017 Sedia 10 Program Pendukung

Next Post

Aplikasi Salam Al-Azhar, Sinergi Doku dengan YPI Al Azhar & iGlobal

Related Posts

EasyCash MOJANG Chatpindar
Digital Business

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Digital, Easycash Luncurkan MOJANG dan ChatPindar

7 Juli 2026
0
pendanaan Fintech
Startup & Entrepreneurship

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup

29 Juni 2026
0
Pasar Kripto Indonesia
Features

Dua Peta Perang di Satu Pasar: Anatomi Crypto Exchange Indonesia 2026

24 Juni 2026
0
Load More
Next Post
Aplikasi Salam Al-Azhar, Sinergi Doku dengan YPI Al Azhar & iGlobal

Aplikasi Salam Al-Azhar, Sinergi Doku dengan YPI Al Azhar & iGlobal

Bekraf Gelar BFC Untuk Subsektor Desain Di Bandung

Bekraf Gelar BFC Untuk Subsektor Desain Di Bandung

Transaksi Digital Indonesia

Pebisnis e-Commerce Perlu Edukasi Secara Intesif

Discussion about this post

Recent Updates

industri medtech Asia Pasifik

Bain & Company: Permintaan Alat Kesehatan Asia-Pasifik Diproyeksi Tembus US$132 Miliar pada 2030

7 Juli 2026
EasyCash MOJANG Chatpindar

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Digital, Easycash Luncurkan MOJANG dan ChatPindar

7 Juli 2026
regulasi transportasi online

Patuhi Regulasi Baru, inDrive Resmi Terapkan Komisi 8% untuk Layanan Roda Dua

7 Juli 2026
Shopee x Meta

Shopee dan Meta Luncurkan Program Afiliasi Langsung di Instagram Reels dan Feed

6 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
industri medtech Asia Pasifik

Bain & Company: Permintaan Alat Kesehatan Asia-Pasifik Diproyeksi Tembus US$132 Miliar pada 2030

7 Juli 2026
EasyCash MOJANG Chatpindar

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Digital, Easycash Luncurkan MOJANG dan ChatPindar

7 Juli 2026
regulasi transportasi online

Patuhi Regulasi Baru, inDrive Resmi Terapkan Komisi 8% untuk Layanan Roda Dua

7 Juli 2026
Shopee x Meta

Shopee dan Meta Luncurkan Program Afiliasi Langsung di Instagram Reels dan Feed

6 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version