Roberto Saputra & Dani Akhyar : “Teman Kreasi Indonesia” Buka Peluang Bagi Kreator Lokal Jadi Wirausahawan

Roberto dan Dani

Roberto Saputra & Dani Akhyar, Smartfren (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Belakangan ini berbagai bisnis baru lahir, yang memadukan inovasi dan teknologi. Bahkan pemerintah mendorong agar para pelaku bisnis, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi dan beralih ke digital. Targetnya ada 30 juta UMKM yang masuk ekosistem digital pada 2023.

Tentu hal ini butuh dukungan dari banyak pihak. Salah satu dukungan diberikan oleh Smarfren yang meluncurkan program “Teman Kreasi Indonesia” pada 25 maret 2021 lalu. Program ini memperkuat dukungan Smartfren terhadap wirausaha dan kreator lokal.

Saat ini program Teman Kreasi Indonesia telah hadir di 27 kota yang tersebar di seluruh Indonesia dengan dukungan dari Smartfren Community dan mitra kokreasi Smartfren WOWLabs.

Menggunakan prinsip kokreasi yang saling mendukung, Teman Kreasi Indonesia diharapkan dapat mendorong lahirnya banyak wirausahawan sosial, wirausahawan digital, serta kreator 100% lokal untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Seperti apa langkah dan target Smartfren dalam pengembangan wirausaha dan kreator lokal Indonesia melalui program Teman Kreasi Indonesia ini? Berikut petikan wawancara Wartawan youngster.id, Stevy Widia dengan Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren dan Dani Akhyar, Head of Community Development Smartfren.

 

Apa misi Smartfren dalam mendukung tumbuhnya wirausahawan dan kreator lokal, khususnya di kalangan anak muda?

Roberto : Sejak awal misi dari Smartfren yaitu buka peluang atau open possibility. Misi ini berangkat dari pengamatan kami sebagai perusahaan telekomunikasi dituntut harus jeli melihat peluang. Kami melihat peluang terbesar ada pada generasi Z dan milenial yang memang masih terbuka terhadap nomor baru, butuh internet yang kuotanya banyak serta harga terjangkau. Dari target market ini, kami mendapati juga ternyata internet punya efek yang sangat luar biasa. Dengan adanya Youtube, kita lihat banyak anak muda bisa menyalurkan karya seperti musik, humor atau apapun dan bisa jadi influencer, artis, selebgram. Ini artinya teknologi bawa peluang untuk lebih maju. Hal yang sama kami lihat bisa diterapkan di dunia bisnis. Banyak UKM lokal dengan digital semua terjembatani.

Di sisi lain, kami sadar sebagai perusahaan telekomunikasi punya peran lebih besar di masyarakat. Karena itu kami tidak ingin dikenal sebagai operator dengan paket murah, tetapi sebagai operator yang membuka banyak peluang terutama bagi Gen Z dan generasi muda.

 

Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren (Foto: Dok. Smartfren/youngster.id)

 

Mohon dijelaskan mengenai program Teman Kreasi Indonesia, dan apa tujuannya?

Roberto : Teman Kreasi adalah kepanjangan tangan dari Smartfren Community yang fokus ke dunia bisnis, terutama social entrepreneurship. Program ini merupakan sarana pemberdayaan berkelanjutan yang berbasis pengembangan dan penguatan komunitas kreatif di masyarakat.

Kehadiran Teman Kreasi Indonesia adalah bukti bahwa sinergi antara perusahaan, pelanggan, dan masyarakat dapat membuka peluang menuju Indonesia yang lebih baik. Kami yakin Teman Kreasi Indonesia dapat menjadi medium memperkuat ketahanan ekonomi serta pendidikan berbasis digital. Apalagi Smartfren memiliki keunggulan berupa koneksi internet yang 100% 4G LTE yang sangat penting dalam mendukung pengembangan wirausaha berkonsep digital dan sosial.

Dani : Teman Kreasi Indonesia adalah program unggulan dari Smartfren Community. Ini merupakan komunitas pelanggan Smartfren yang berdiri sejak 2011. Komunitas ini beranggotakan 90 ribu yang aktif.

Pada tahun 2021 kami punya program pengembangan UMKM berbasis industri kreatif. Hal ini tidak lepas dari pandemi Covid-19, di mana krisis tidak hanya pada kesehatan tetapi juga ekonomi. Kami melihat muncul banyak inisiatif dan keinginan berbisnis dari anggota komunitas Smartfren yang kebanyakan milenial dan Gen Z yang akrab dengan internet. Spiritnya, “lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”.

 

Apa yang menjadi ciri khas dari program Teman Kreasi Indonesia?

Dani : Teman Kreasi Indonesia punya lima 5 ciri utama. Pertama, buka peluang. Kami ingin buka peluang seluas-luasnya kepada pelanggan Smartfren untuk berkreasi. Kedua, kokreasi yaitu kolaborasi kreasi dan upaya produktif. Jadi berwirausaha tidak perlu sendirian, bisa berkolaborasi. Spirit ini yang ingin kami bumikan lewat program ini.

Ciri ketiga sosial entrepreneur. Maksudnya punya usaha, menghasilkan profil mandiri sekaligus bisa berdampak pada lingkungan sosialnya. Yang keempat, local heros. Ciri kelima, digital business yang memanfaatkan internet untuk upaya produktif. Jadi jika sebelumnya Smartfren Community banyak bergerak di kegiatan CSR, sekarang menjadi social movement  yang mengajak keterlibatan masyarakat seluas-luasnya.

 

Akan hadir di mana saja program Teman Kreasi Indonesia ini?

Dani : Teman Kreasi Indonesia ini akan didirikan di semua kota yang ada Smartfren Community. Saat ini, sudah ada di 101 kota di seluruh Indonesia. Pusat inkubator pengembangan socialpreneur sudah di 27 kota. Di antarnya di Natuna, Lampung, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak, Cilegon, Serang, Bekasi, Bandung, Bandung Barat, Garut, Cibungur, Tegal, Kuningan, Pekalongan, Cilacap, Blitar, Bojonegoro, Pati, Tanah Laut, Mojokerto, Surabaya, dan Bali.

Rencananya Smartfren akan menghadirkan program tersebut di berbagai wilayah lain yang sudah dijangkau oleh Smartfren Community.

 

Program ini ditujukan untuk kategori bisnis yang seperti apa?

Dani : Kami fokus pada lima kategori usaha, yaitu kuliner, fashion atau konveksi, kerajinan tangan atau kriya, bidang jasa seperti penerbitan buku, wedding organizer atau event organizer. Kategori terakhir di bidang teknolgi, yaitu startup. Sejak diluncurkan sudah ada 32 pelaku UMKM yang ikut serta. Target kami di tahun 2021 ada 50 pusat Teman Kreasi, di mana setiap titik mengelola 10 – 20 wirausahawan.

 

Apa syarat bagi pelaku usaha untuk ikut serta dalam program ini?

Dani : Syarat bagi yang ingin join ke program ini adalah mereka punya usaha produktif, punya bisnis dan minimal sudah 4 bulan berjalan. Jadi bukan baru atau baru berupa ide. Kami juga menyurvei usaha mereka ini. Jadi jika sesuai, baru bisnisnya kami support. Mereka bisa bergabung di Smartfren Community. Kami tidak membatasi usia, tetapi sejauh ini rata-rata yang ikut serta berusia 18 – 40 tahun.

 

Apa keuntungan yang diperoleh bergabung dengan Teman Kreasi Indonesia?

Dani : Peserta program Teman Kreasi Indonesia mendapatkan dukungan modal berupa koneksi internet 4G LTE Advance yang sangat bermanfaat digunakan menjalankan kegiatan wirausaha online.

Selain itu, kami juga menyediakan bantuan modal infrastruktur usaha bagi UMKM. Seperti bantuan modal untuk membeli alat sesuai dengan kebutuhan. Proposal yang kami terima bervariasi, tetapi di awal kami support sekitar Rp 2 juta per wirausaha.

Kami juga memberikan capacity building. Kalau butuh pelatihan, training, kami bisa support yang mendukung aktifitas usaha. Termasuk keuntungan dalam pemasaran. Kami menyediakan jaringan pemasaran Smartfren Community yang luas di 101 kota tadi.

Bahkan produk Teman Kreasi Indonesia dipromosikan melalui Smartfren Community. Dengan dukungan tambahan berupa jaringan potensi pasar dari Smartfren Community yang tersebar di 100 kota di seluruh wilayah Indonesia, diharapkan program ini bisa melahirkan jaringan wirausaha serta kreator baru yang 100% lokal, sehingga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kami juga akan kembangkan partnership dengan pihak lain yang punya visi dan misi yang sama.

 

Dani Akhyar, Head of Community Development Smartfren (Foto: Dok. Smartfren/youngster.id)

Produk apa yang sudah dihasilkan lewat program ini?

Dani : Produk yang dihasilkan dari program Teman Kreasi Indonesia ini, antara lain berupa kuliner lokal seperti keripik gedebog pisang, keripik daun jeruju, keripik jantung pisang, kopi robusta, ledre.

 

Bagaimana Smartfren melakukan pembinaan dan menjaga agar UMKM binaan dapat memenuhi harapan?

Roberto : Kami melihat UMKM butuh platform supaya produk mereka lebih dikenal dan lebih tersebar. Kami berharap dengan adanya Teman Kreasi Indonesia mereka bisa mendapat model bisnis yang sustainable.

Dani : Kami bukan menuntut diversifkasi produk, tetapi bagaimana produk yang mereka kreasikan cocok dengan pasar. Sambil berjalan pendampingan dan mentoring terus dilakukan. Misalnya bagaimana packaging-nya. Sekali mereka sudah ketemu bentuknya, bisa diteruskan ke produk berikutnya.

Ada satu cerita, usaha topi bambu, satu komunitas di Kabupaten Tangerang. Awalnya mereka kami bantu lewat program CSR di tahun 2013. Saat ini mereka sudah terdiri dari 3.000 penganyan dengan produk yang sudah diekspor. Sampai sekarang mereka masih tetap bersama dengan Smartfren Community. Bahkan, mereka menjadi koordinator di Teman Kreasi.

Roberto : Orang yang bergabung dengan kami berawalnya dari nol, yang kami support hingga akhirnya jadi leader. Kami tidak sekadar melihat nilai ekonomis, tetapi niat kami membantu. Karena kami yang buka mereka peluang, kemudian mereka bisa berhasil jika diberi kepercayaan. Sederhana, butuh proses panjang. 10 tahun dan konsisten. Sudah tahu nilai dari kami.

 

Program Teman Kreasi Indonesia diadakan di masa Pandemi Covid-19. Apa upaya yang dilakukan agar kegiatan dapat berjalan sesuai target?

Dani : Peluncuran Teman Kreasi Indonesia adalah tonggak bagi upaya Smartfren mewujudkan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas dan internet. Karena infrastuktur Smarfren Community sudah berjalan 5 tahun, maka meski di tengah pandemi program ini tetapi bisa berjalan tanpa harus melakukan tatap muka. Apalagi para leader dapat menjadi perpanjangan tangan langsung dalam menjalankan program ini.

 

Apa target dari Teman Kreasi Indonesia ini di masa depan?

Dani : Ini adalah circle of doing good, sustainment community development. Jadi kami membantu para entrepreneur dalam Teman Kreasi mereka punya visi sosial membantu ke lain. Circle ini yang kami harapkan berjalan secara sustainable.

Roberto : Memang tujuan kami adalah social impact. Rute ini lebih panjang dibanding CSR dan tidak mudah. Tetapi kami percaya dengan membuka peluang bagi mereka dan memberi minimum equipping, mereka bisa survive. Kami berharap bisnis maju bisa berdampak ke lingkungan sosial. Contoh pelaku UKM kerajinan bambu yang kami bina dahulu, kini bisa memberdayakan komunitas sekitar. Itu adalah pay off bagi kami. Ini adalah putaran kebaikan, model ini akan lebih bertahan hingga ke masa depan. (*SW)

Exit mobile version