Amvesindo dan PwC Perkuat Tata Kelola Investasi Startup Indonesia

Amvesindo x PwC

Amvesindo dan PwC Perkuat Tata Kelola Investasi Startup Indonesia (Foto: Istimewa/Amvesindo)

youngster.id - Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) bersama PwC Indonesia memperkuat sinergi industri melalui penyelenggaraan Executive Workshop. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan standar tata kelola dan manajemen risiko startup di tengah dinamika ekonomi global.

Dalam sesi workshop bertajuk “Forensic Audit & Fraud Risk in Startup Investments: Detection, Prevention, and Mitigation Strategies”. Sesi yang difasilitasi oleh PwC Indonesia ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis bagi investor dalam mendeteksi dan mencegah potensi penyimpangan pada investasi startup.

Sacha Winzenried, Direktur PwC Indonesia, menekankan bahwa banyak perusahaan modal ventura tahap awal yang belum memiliki sistem kontrol memadai.

“Penguatan tata kelola adalah faktor kunci untuk mencegah mismanagement maupun fraud, sekaligus menjaga reputasi industri di mata pasar,” ujar Sacha, dikutip Jum’at (10/4/2026).

Maman Firmansyah, Direktur Pengawasan Lembaga Pembiayaan dan PMV Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyampaikan bahwa kesehatan industri dimulai dari proses pengambilan keputusan yang transparan.

“Jika tata kelola tidak kuat sejak awal, maka risiko hingga permasalahan di tahap berikutnya akan sulit dihindari,” tegas Maman dalam keynote speech-nya.

Ketua Amvesindo, Eddi Danusaputro, menjelaskan bahwa di tengah dinamika ekonomi global, sinergi antar anggota menjadi sangat krusial. Industri modal ventura diharapkan tetap mendukung inovasi namun dengan pengelolaan yang berkelanjutan (sustainable).

“Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri startup, tata kelola dan manajemen risiko menjadi faktor kunci. Tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan bisnis, tetapi juga memastikan industri dapat tumbuh secara sehat dengan tetap mendukung inovasi namun tetap dikelola secara berkelanjutan (sustainable),” ujar Eddi.

Beberapa poin utama transisi industri startup Indonesia ke depan meliputi:

 Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, menyoroti pergeseran tolok ukur keberhasilan startup.

“Ke depan, keberhasilan startup tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan, tetapi juga dari kualitas fundamental bisnis dan dampak nyata yang dihasilkan. Investor dan founder perlu memiliki keselarasan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, dengan tata kelola yang kuat dan fokus pada profitabilitas,” kata Andi.

Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia, Ronald S. Simorangkir, menambahkan bahwa masa depan ekosistem digital Indonesia sangat bergantung pada kualitas kolaborasi antara investor, korporasi, dan regulator.

“Kami percaya masa depan ekosistem startup Indonesia ditentukan oleh kualitas kolaborasi antara investor, korporasi, dan regulator. Inisiatif seperti ini menjadi ruang untuk menyelaraskan perspektif, memperkuat kepercayaan, serta mendorong pertumbuhan yang sejalan dengan penerapan tata kelola yang baik,” ujar Ronald.

 

Melalui inisiatif ini, Amvesindo dan PwC Indonesia berharap dapat terus meningkatkan kualitas investasi dan memperkuat kepercayaan publik terhadap industri startup, guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara jangka panjang. (*AMBS)

Exit mobile version