youngster.id - Enam pelajar sekolah menengah terbaik dari Indonesia sukses mengamankan tiket untuk mewakili Tanah Air dalam ajang bergengsi final regional FedEx/Junior Achievement International Trade Challenge (FedEx/JA ITC) 2026. Babak final regional Asia Pasifik ini dijadwalkan berlangsung di Singapura pada bulan Agustus mendatang.
Memasuki tahun keenam pelaksanaannya di Indonesia, program hasil kolaborasi Federal Express Corporation (FedEx) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan global sejak dini. Tahun ini, para peserta ditantang menyusun rencana strategi masuk pasar atau Market Entry Strategy Plan (MESP) untuk teknologi drone gudang berbasis AI (Artificial Intelligence) yang ditargetkan bagi sektor e-commerce di Vietnam.
Managing Director FedEx Indonesia, Garrick Thompson, menyoroti pentingnya kepemimpinan generasi muda di era disrupsi teknologi.
“Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik. Sehingga para generasi mudalah yang akan menentukan arah perkembangannya di masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, kemampuan berpikir kritis dan beradaptasi menjadi semakin penting,” kata Garrick, Kamis (25/6/2026).
Profil 3 Tim Terbaik yang Siap Berlaga di Singapura
Dari hasil seleksi yang ketat, terpilihlah tiga tim inovatif yang akan mewakili Indonesia untuk bersaing dengan perwakilan dari Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam dalam ajang final regional nanti.
Tim pertama adalah Gartixx dari Jakarta Intercultural School, yang terdiri dari Farra Santoso dan Celine Junus. Mereka mengembangkan Gartixx (Garuda Logistixx) AI Warehouse Drones, sebuah sistem drone otonom dalam ruangan yang dirancang khusus untuk operasional gudang berskala besar dengan rak bertingkat tinggi. Inovasi ini mampu memindai inventaris secara real-time tanpa perlu mengubah tata letak fisik gudang, serta dirancang agar dapat terintegrasi secara mulus dengan sistem Warehouse Management System (WMS) yang sudah digunakan oleh perusahaan.
Selanjutnya, tim AERVOX dari Tunas Muda School Meruya yang beranggotakan Ariel Lukman dan Rayden Cleverson Suhardi menghadirkan solusi berupa drone super ringan dengan berat di bawah 250 gram. Dilengkapi teknologi computer vision dan pemetaan otonom berbasis SLAM, drone ini mampu bermanuver di lorong sempit untuk mendukung pemindaian tingkat SKU, pengangkutan barang kecil (shelf-to-station), hingga manajemen stok prediktif melalui dashboard terpusat.
Terakhir, tim SkyVision dari SMAN 16 Surabaya yang digawangi oleh Xavier Akbar Zulfikar dan Dimas Mahadi Waranggana menawarkan SkyVision Ground Control Station. Solusi turnkey kelas industri ini mengusung konsep Human-Centric Automation yang mengubah peran operator menjadi pengawas misi dengan fitur navigasi satu sentuhan (One-Touch Navigation). Dengan dukungan sistem kamera ganda (RGB + IR Depth) dan komputer mini di dalam perangkat, teknologi ini menjamin akurasi data pemindaian hingga 99,3%, bahkan di lingkungan padat logam yang minim sinyal GPS atau koneksi cloud.
Rekam Jejak Prestasi Pelajar Indonesia di Kancah Regional
Sejak digulirkan pada tahun 2021, program FedEx/JA ITC telah menjangkau lebih dari 3.212 pelajar di seluruh Indonesia. Perwakilan Indonesia juga memiliki rekam jejak yang membanggakan dengan berhasil membawa pulang tiga posisi Top 3 pada final regional edisi tahun 2021 dan 2023.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menambahkan bahwa simulasi perdagangan internasional ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan krusial bagi masa depan.
“Melalui tantangan ini, para pelajar diajak untuk berpikir layaknya pelaku bisnis global—mengidentifikasi peluang, memecahkan masalah, dan bekerja sama lintas perspektif. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat generasi muda Indonesia untuk menjadi inovator dan pemimpin yang siap bersaing di tingkat global,” tutup Utami.
HENNI S.
