youngster.id - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari pelaku usaha di platform e-commerce. Teknologi ini tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk membuat konten, tetapi juga membantu seller mengelola toko online secara lebih efisien, mulai dari membuat listing produk hingga mengoptimalkan strategi pemasaran.
Tren tersebut tercermin dalam riset Lazada bertajuk Bridging the AI Gap: Online Seller Perceptions and Adoption Trends in Southeast Asia. Hasil survei menunjukkan 90% seller Indonesia yang menjadi responden menilai AI berperan penting dalam meningkatkan produktivitas bisnis mereka.
Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, mengatakan listing produk kini bukan sekadar etalase digital, melainkan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan konsumen saat berbelanja.
“Listing produk bukan sekadar menampilkan barang yang dijual, tetapi menjadi kesempatan bagi seller untuk menyampaikan nilai dan keunggulan produknya. AI membantu seller menyusun informasi produk yang lebih lengkap dan menarik, mulai dari judul, deskripsi, gambar, hingga kata kunci, sehingga konsumen dapat memahami produk dengan lebih cepat dan membeli dengan lebih yakin,” ungkap Amelia dikutip Jumat (7/8/2026).
Riset tersebut juga menemukan bahwa separuh seller di Indonesia masuk dalam kategori AI Aspirants, yakni pelaku usaha yang mulai berinvestasi pada teknologi AI karena percaya dapat membantu menangani pekerjaan yang lebih kompleks sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Salah satu penggunaan AI yang paling banyak dimanfaatkan kelompok ini adalah untuk membuat dan mengoptimalkan listing produk (AI Smart Listing) serta aktivitas pemasaran berbasis AI.
Menurut Amelia, AI kini mampu membantu seller menyelesaikan proses pembuatan listing dalam waktu jauh lebih singkat. Melalui fitur AI Smart Listing, misalnya, seller cukup mengunggah gambar atau memasukkan kata kunci untuk menghasilkan atribut produk secara otomatis. Sementara itu, fitur AI Smart Product Optimisation dapat memberikan rekomendasi untuk memperbaiki judul, deskripsi, maupun visual produk yang sudah dipublikasikan.
“Melalui AI, seller dapat memperbaiki listing dalam hitungan menit. Hal ini membantu seller menampilkan produk secara lebih efektif dan menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen,” lanjutnya.
Amelia menjelaskan, ada tiga cara utama AI membantu seller meningkatkan kualitas toko online.
Pertama, AI dapat menghasilkan visual produk yang lebih menarik, seperti merapikan latar belakang foto agar terlihat lebih profesional. Langkah ini dinilai penting karena tampilan visual menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen sebelum melakukan pembelian, terutama pada kategori fesyen, aksesori, dan perlengkapan rumah tangga.
Kedua, AI membantu seller menjaga kualitas listing agar tetap relevan dengan tren pasar. Teknologi ini memungkinkan seller memperbarui judul, deskripsi, maupun kata kunci berdasarkan tren pencarian yang sedang berkembang sehingga produk lebih mudah ditemukan calon pembeli.
Ketiga, AI membantu menghemat waktu operasional dengan menyederhanakan berbagai pekerjaan berulang, seperti membuat, memperbarui, dan mengoptimalkan listing produk. Dengan waktu yang lebih efisien, seller dapat lebih fokus mengembangkan produk, meningkatkan layanan pelanggan, serta menyusun strategi penjualan yang lebih matang.
Untuk mendukung adopsi AI di kalangan pelaku UMKM dan seller, Lazada juga menyediakan berbagai program pelatihan melalui Lazada University. Perusahaan juga akan menggelar Lazada Seller Creator Camp pada 13 Agustus 2026 yang menghadirkan para ahli untuk berbagi strategi pemasaran digital, branding, hingga fotografi produk.
“Kami berkomitmen untuk membantu seller membangun bisnis yang berkelanjutan. Namun, faktor manusia tetap penting. Karena itu, kami terus menghadirkan pelatihan agar seller dapat memanfaatkan AI dan berbagai tools lainnya secara efektif untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka,” tutup Amelia.
STEVY WIDIA
