youngster.id - Platform akselerator global Seedstars mengumumkan 15 startup yang terpilih masuk dalam angkatan (cohort) ketiga program SEED Inclusivity. Didukung oleh Visa Foundation, program ini berfokus mempercepat pertumbuhan inovasi teknologi yang membantu pemenuhan kebutuhan komunitas penyandang disabilitas di kawasan Asia-Pasifik.
Dari belasan peserta yang berasal dari enam negara—India, Indonesia, Pakistan, Filipina, Singapura, dan Vietnam—dua inovator asal Indonesia, yakni Hear Me dan Birru, berhasil lolos dan siap mewakili Tanah Air di panggung internasional.
Perwakilan Indonesia dan Daftar 15 Inovator Terpilih
Para peserta cohort ketiga ini menghadirkan solusi beragam, mulai dari bahasa isyarat berbasis AI, terapi wicara, mobilitas, hingga alat rehabilitasi. Selama enam bulan ke depan, para pendiri startup akan mengikuti sesi pembinaan intensif, pembekalan dari para pakar, serta dua bootcamp tatap muka di Vietnam.
Berikut adalah daftar lengkap 15 startup yang lolos seleksi:
- Hear Me (Indonesia): Teknologi penerjemah dan interpretasi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).
- Birru (Indonesia): Platform pendukung terapi wicara dan pembelajaran bahasa dari rumah hingga sekolah.
- ConnectHear (Pakistan): Layanan komunikasi bahasa isyarat dan aksesibilitas berbasis AI.
- FyndHealth (India): Layanan asesmen perkembangan dan terapi multidisiplin untuk anak-anak.
- GenElek Technologies (India & Singapura): Robotik eksoskeleton untuk rehabilitasi dan mobilitas personal.
- Gabify (India): Alat pemindaian AI dan manajemen praktik untuk perawatan tumbuh kembang.
- Lifespark Technologies (India): Perangkat wearable dan perawatan digital untuk kondisi neurologis.
- Mylo Speech Buddy (Filipina): Dukungan terapi wicara dan latihan di rumah untuk anak dengan keterlambatan bicara (speech delay).
- Ksham Innovation (India): Kacamata pintar berbasis bone-conduction untuk penyandang disabilitas pendengaran.
- HireForCare (India): Layanan asesmen dan terapi kebutuhan tumbuh kembang anak.
- Giftolexia (India): Deteksi dini berbasis AI dan dukungan belajar untuk anak-anak.
- Kidaura Innovations (India): Alat digital untuk penyampaian terapi dan penguatan latihan di rumah.
- BeAble Health (India): Perangkat rehabilitasi berbasis gim dan perangkat lunak pemulihan gerak.
- Thinklude (India): Transkripsi langsung berbasis AI dan interpretasi Bahasa Isyarat India.
- Ba Bánh Nam Hà (Vietnam): Modifikasi kendaraan roda tiga dan aksesori kursi roda.
Penilaian Ketat dan Rekam Jejak Dampak Sosial
Seluruh peserta dipilih oleh dewan juri independen yang terdiri dari Bernard Chiira (Assistive Technologies for Disability Trust & Momentous Fund), Katharine Lindquist (Visa Foundation), Brianna Losoya-Evora (Sweef Capital), Pierre-Alain Masson (Co-Founder Seedstars), dan Charlotte McClain-Nhlapo (Penasihat Disabilitas Global World Bank Group).
Program SEED Inclusivity terus menunjukkan dampak konkret. Pada angkatan pertama, 15 startup yang terlibat berhasil menjangkau 2,97 juta orang dan mengumpulkan pendanaan sebesar US$12,8 juta pascaprogram. Sementara itu, angkatan kedua yang melibatkan 17 startup dari India, Indonesia, Pakistan, dan Singapura telah sukses ditutup melalui gelaran Demo Day di Jakarta pada April 2026 lalu. (*AMBS)
