East Ventures Rilis Sustainability Report 2026, Targetkan Emisi Nol Bersih Tahun 2030

East Ventures Rilis Sustainability Report 2026, Targetkan Emisi Nol Bersih Tahun 2030 (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Perusahaan modal ventura (venture capital), East Ventures, meluncurkan Sustainability Report (Laporan Keberlanjutan) tahunan edisi 2026. Laporan ini menegaskan komitmen kuat perusahaan dalam membangun ekosistem digital berbasis integritas, tata kelola yang kuat (good governance), serta penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

Mengusung tema “Membangun dengan integritas: Menumbuhkan nilai melalui kedisiplinan”, East Ventures menyoroti bagaimana dampak positif dan keberlanjutan telah diintegrasikan ke dalam seluruh aktivitas investasi sector-agnostic maupun operasional internalnya.

Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengungkapkan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari DNA perusahaan untuk menciptakan dampak nyata bagi ekosistem.

“Saat ini, kami melihat para founders beroperasi dengan fokus yang lebih tajam dan disiplin yang lebih kuat. Kami tetap berkomitmen untuk terus mendukung mereka dengan standar yang semakin tinggi, mengejar pertumbuhan secara bertanggung jawab, dan pada saat yang sama, memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Willson, Selasa (19/5/2026).

Sebagai VC yang aktif menyalurkan modal penggerak (catalytic capital), East Ventures mendanai para pendiri startup di berbagai sektor strategis mulai dari AI-first, konsumen, fintech, healthtech, logistik, hingga climate tech. Secara kolektif, East Ventures beserta seluruh ekosistem portofolionya kini telah berkontribusi pada 16 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) PBB.

Selain menyalurkan pendanaan, East Ventures juga aktif menggerakkan berbagai inisiatif keberlanjutan mandiri, seperti Climate Impact Innovations Challenge yang menjadi kompetisi teknologi iklim terbesar di Indonesia, serta ECOVISEA yang menghadirkan layanan kalkulator gas rumah kaca (GRK) berbasis web secara gratis guna mempermudah korporasi dalam mengukur emisi mereka.

Di samping itu, perusahaan modal ventura ini juga menyusun East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) sebagai laporan tahunan untuk memetakan daya saing digital di seluruh provinsi di Indonesia, sekaligus menjalankan program My First $1000 yang merupakan wadah inkubasi kewirausahaan selama delapan minggu bagi para pelajar di Singapura.

Di lingkungan kerja, East Ventures menerapkan kebijakan Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI) yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan keterwakilan perempuan yang mendominasi 54% dari total anggota tim, 50% di jajaran pemimpin senior, serta 33% pada posisi Partner investasi. Di tingkat portofolio, tercatat 26% dari perusahaan aktif East Ventures didirikan atau dipimpin oleh perempuan.

Terkait isu perubahan iklim, East Ventures memasang target ambisius untuk mencapai emisi nol bersih (Net Zero Emission) untuk Scope 1 dan 2 pada tahun 2030. Sementara untuk target emisi nol bersih yang lebih luas—termasuk emisi dari pembiayaan (financed emissions)—ditargetkan rampung pada tahun 2050.

Komitmen ini menunjukkan tren positif, di mana pada tahun 2025 lalu East Ventures telah berhasil memangkas emisi Scope 1, 2, dan 3 sebesar 23% jika dibandingkan dengan tahun 2024.

East Ventures Sustainability Report 2026
East Ventures Sustainability Report 2026

Partner East Ventures, Avina Sugiarto, menambahkan bahwa penerapan ESG di perusahaan bukan sekadar formalitas kepatuhan di atas kertas.

“ESG tertanam dalam cara kami memperkuat tata kelola, manajemen risiko yang disiplin, serta kesiapan ESG yang selaras dengan standar global. Laporan ini memaparkan bagaimana komitmen disiplin kami telah membuahkan hasil nyata berkat kolaborasi dari seluruh ekosistem,” tutup Avina.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version