youngster.id - Di tengah fase konsolidasi industri teknologi global yang menuntut efisiensi dan profitabilitas, Endeavor Indonesia mengumumkan daftar Endeavor Outliers 2026. Penghargaan prestisius ini diberikan kepada 13 perusahaan dan 23 founder asal Indonesia serta Singapura yang berhasil mencatatkan pertumbuhan tinggi secara berkelanjutan.
Endeavor Outliers merupakan kelompok founder terpilih yang secara konsisten mampu menunjukkan kinerja unggul dalam skala dan pertumbuhan (scaling up), sekaligus mampu melewati titik-titik krusial dalam siklus bisnis mereka, mulai dari fase ekspansi cepat hingga penyesuaian strategi di tengah tekanan pasar.
Gelar “Outliers” ini hanya diberikan kepada 10% perusahaan dengan performa terbaik dari seluruh jaringan global Endeavor yang mencakup lebih dari 3.000 entrepreneur di 50 negara.
Managing Director Endeavor Indonesia, Monika Rudijono, menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa membangun bisnis berskala raksasa dari Indonesia sangat mungkin dilakukan meski di tengah tekanan ekonomi.
“Keberanian para founder dan koneksi ke lebih dari 2.000 mentor global Endeavor menjadi kunci utama untuk terus melangkah di momen-momen krusial,” ujar Monika, Jum’at (10/4/2026).
Secara global, kelompok Outliers 2026 mencakup 238 perusahaan, termasuk di antaranya 93 unicorn dan 5 decacorn. Dalam tiga tahun terakhir saja, kelompok ini telah mengamankan pendanaan lebih dari US$31 miliar, mempertegas peran mereka sebagai motor penggerak ekonomi digital lintas negara.
Adapun daftar founder dari Indonesia dan kawasan yang masuk dalam Endeavor Outliers 2026 meliputi nama-nama besar seperti:
- Kopi Kenangan: Edward Tirtanata & James Prananto
- Kredivo: Umang Rustagi & Akshay Garg
- DANA: Vince Iswara
- ASTRO: Vincent Tjendra, dkk.
- Bukalapak: Achmad Zaky
- GoPay: Aldi Haryopratomo
- Chickin: Tubagus Syailendra & Ashab Alkahfi
- Qoala: Harshet Lunani
- (Serta nama lainnya seperti Carro, Carousell, Thunes, ShopBack, Advance Intelligence Group, dan DurianPay).
Penghargaan ini dibagi berdasarkan performa pendapatan dan exit: Early Breakout (pendapatan USD $30–50 juta), Scaling Up (pendapatan USD $50–100 juta), Scaled & Growing (pendapatan di atas USD $100 juta), dan Multipliers (Exit di atas USD $500 juta).
Dengan lebih dari 3.100 startup aktif, Indonesia kini menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi digital dunia. Monika menambahkan bahwa tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi startup lokal untuk memperkuat fundamental seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di atas 5%.
“Kami berharap semakin banyak founder dari Indonesia yang mampu menjadi penggerak utama transformasi ekonomi digital di kawasan,” tutup Monika. (*AMBS)
