youngster.id - Mandiri Capital Indonesia (MCI), perusahaan modal ventura milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, menyuntikkan dana segar ke DORÉ by LeTAO, merek kue premium bergaya Jepang yang populer dengan lini produk hantaran (gifting). Langkah strategis ini menjadi momentum kembalinya MCI ke panggung investasi setelah sempat absen melakukan ekspansi selama sekitar dua tahun untuk merombak strategi dan mematangkan kapabilitas internal.
Dilansir DealStreetAsia, pendanaan yang nilai nominalnya dirahasiakan ini sekaligus menandai debut MCI dalam menerapkan tesis investasi baru yang disebut “mini private equity”. Lewat pendekatan ini, MCI memperluas radar investasinya dengan tidak lagi murni membidik perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi murni. MCI kini mulai merambah sektor konsumer, ritel, makanan dan minuman (F&B), serta kesehatan yang telah memiliki kinerja keuangan sehat dan model bisnis teruji.
CEO Mandiri Capital Indonesia, Ronald Simorangkir, menjelaskan bahwa pergeseran ini didasari oleh pemahaman bahwa potensi pertumbuhan bisnis ke depan tidak lagi hanya didominasi oleh sektor digital.
“Kami sadar bahwa MCI harus mengevaluasi ulang arah investasi kami ke depan. Saat ini, teknologi tak lagi menjadi satu-satunya jawaban,” ungkap Ronald, dikutip Selasa (14/7/2026).
Bidik Bisnis dengan Margin Kuat dan EBITDA Sehat
Meskipun bisnis kue dan hantaran merupakan sektor konvensional, MCI menilai DORÉ by LeTAO memiliki fundamental yang sangat solid. Berdiri lebih dari satu dekade, merek kue premium ini telah mengoperasikan 22 gerai yang tersebar di wilayah strategis seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
Pelaksana Tugas (Plt.) Chief Investment Officer MCI, Wisnu Setiadi, menambahkan bahwa efisiensi operasional menjadi daya tarik utama dari performa bisnis DORÉ by LeTAO di lapangan.
“Yang menarik bagi kami bukan hanya produknya, tetapi juga cara bisnis ini dijalankan. DORÉ by LeTAO memiliki format gerai dan tim yang ramping, sehingga gross margin yang kuat bisa menghasilkan EBITDA yang sehat,” jelas Wisnu.
Format gerai yang relatif kecil, struktur tim yang ramping, serta disiplin operasional yang tinggi membuat perusahaan F&B premium ini mampu menjaga margin keuntungan yang sehat di tengah laju ekspansinya yang agresif.
Bangun Kemitraan Strategis Jangka Panjang
Bagi Co-Founder dan CEO Omiyage Group (induk usaha DORÉ by LeTAO), Andy Pangestu, kolaborasi dengan Mandiri Capital Indonesia ini melampaui urusan suntikan modal semata. Keselarasan visi jangka panjang menjadi faktor penentu utama di balik keputusan untuk menerima investasi dari MCI.
Andy meyakini bahwa relasi yang kuat antara pendiri bisnis (founders) dan investor tidak otomatis terbentuk setelah lembar kesepakatan ditandatangani.
“Kemitraan yang kokoh harus dibangun sejak awal melalui rasa saling percaya, komunikasi yang transparan, serta kesamaan pandangan mengenai arah pertumbuhan bisnis ke depan,” ucap Andy.
Melalui sinergi perdana dalam skema mini private equity ini, MCI berkomitmen untuk mendukung penuh pertumbuhan berkelanjutan dari lini bisnis konsumer yang memiliki arus kas (cash flow) sehat, sekaligus mengintegrasikannya dengan ekosistem finansial dan digital milik Bank Mandiri Group. (*AMBS)
