youngster.id - Riset terbaru bertajuk Shaping Tomorrow’s Workforce – Asia Pacific Youth Insights yang dirilis Federal Express Corporation (FedEx) bersama Junior Achievement (JA) mengungkap bahwa generasi muda Indonesia memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam berwirausaha dan beradaptasi di dunia kerja modern.
Studi yang melibatkan 552 responden berusia 15 hingga 22 tahun asal Indonesia dari total 4.200 responden se-Asia Pasifik ini mengukur kesiapan mereka menghadapi tantangan kerja, penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta pemahaman perdagangan global.
Hasil riset menunjukkan bahwa 78% anak muda Indonesia merasa percaya diri dalam menghasilkan ide atau solusi baru, melampaui rata-rata Asia Pasifik sebesar 61%. Selain itu, 72% responden mengklaim percaya diri dalam mengambil inisiatif mandiri, dan 73% optimistis mampu beradaptasi cepat saat terjadi perubahan rencana bisnis.
Sebanyak 95% generasi muda Indonesia juga meyakini bahwa pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) menjadi kunci utama kesuksesan di berbagai bidang profesi.
“Anak muda Indonesia memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Mereka tidak hanya ingin mempelajari teori, tetapi juga ingin mendapatkan kesempatan untuk menerapkan kemampuan mereka dalam lingkungan bisnis yang nyata,” ujar Managing Director FedEx Indonesia, Garrick Thompson, dikutip Kamis (27/8/2026).
Tuntutan Pembelajaran Praktis dan Penguasaan AI
Meski memiliki kepercayaan diri yang tinggi, sebanyak 99% responden Indonesia menginginkan sistem pendidikan formal memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai dinamika dunia kerja riil.
Studi ini menyoroti kebutuhan mendesak akan penguasaan teknologi masa depan bagi generasi muda Indonesia. Di satu sisi, adopsi AI menjadi fokus utama di mana sebanyak 84% anak muda Indonesia meyakini bakal bekerja mendampingi kecerdasan buatan, namun baru 70% yang merasa sistem pendidikan saat ini telah menyiapkan mereka untuk menggunakannya di dunia kerja nyata.
Di sisi lain, pemahaman tentang perdagangan global juga menjadi aspek krusial; sebanyak 94% responden menyadari pentingnya pemahaman bisnis lintas negara, tetapi baru 69% yang memperoleh materi tersebut di sekolah maupun perguruan tinggi. Kesenjangan ini makin mempertegas tingginya kesadaran digital mereka, yang mana responden Indonesia menempatkan prioritas kurikulum teknologi lebih tinggi sebesar 18% dibandingkan rata-rata kawasan Asia Pasifik yang hanya 12%.
Kemitraan FedEx dan JA yang telah berjalan selama dua dekade melalui program International Trade Challenge (ITC) berkomitmen terus menjembatani kesenjangan tersebut. Sinergi ini difokuskan untuk memperkuat pengalaman praktis, literasi digital, serta pemahaman bisnis lintas negara guna mencetak generasi muda Indonesia yang berdaya saing di pasar global. (*AMBS)

















Discussion about this post