youngster.id - Keamanan akun menjadi semakin penting ketika WhatsApp digunakan untuk berkomunikasi, berbagi informasi, hingga berbagai aktivitas sehari-hari. Untuk memperkuat perlindungan tersebut, WhatsApp terus mengembangkan fitur keamanan yang membuat pengguna dapat memverifikasi identitas tanpa harus bergantung pada kode atau PIN.
Salah satu fitur yang kini semakin banyak digunakan adalah passkey. WhatsApp mengungkapkan, lebih dari 1 miliar orang telah menyiapkan passkey untuk akun mereka.
Dalam keterangan resmi, Passkey memungkinkan pengguna masuk kembali ke WhatsApp menggunakan metode autentikasi yang sudah tersedia di perangkat, seperti sidik jari, Face ID, atau kode penguncian layar. Dengan begitu, pengguna tidak perlu memasukkan kode verifikasi atau PIN secara manual ketika melakukan proses login kembali.
“Passkey dirancang sebagai cara yang lebih cepat dan aman untuk memverifikasi identitas pengguna sekaligus menjaga akun tetap berada dalam kendali pemiliknya,” tulis WhatsApp dikutip Kamis (27/8/2026).
Kini, pengguna WhatsApp di perangkat Android dan iOS juga dapat menambahkan lebih dari satu passkey ke akun mereka.
Untuk mengaktifkannya, pengguna dapat membuka Pengaturan > Akun > Passkey di aplikasi WhatsApp.
Verifikasi Dua Langkah Diperkuat
Selain passkey, WhatsApp juga memperkuat fitur verifikasi dua langkah sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk mencegah pengambilalihan akun.
Sebelumnya, pengguna mengamankan akun dengan PIN enam digit. Kini, WhatsApp memperbaruinya menjadi kata sandi penuh yang dapat dibuat lebih panjang, menggunakan kombinasi huruf dan angka, serta karakter khusus.
Perubahan ini membuat kata sandi lebih sulit ditebak dibandingkan PIN sederhana.
WhatsApp pun mengingatkan pengguna yang masih menggunakan kombinasi mudah ditebak, seperti “123456”, untuk segera menggantinya dengan kata sandi yang lebih kuat.
Perlindungan akun juga diperluas ke aktivitas komunikasi dengan nomor yang belum tersimpan di kontak.
Di perangkat Android, WhatsApp kini memberikan informasi tambahan ketika pengguna menerima panggilan dari orang yang belum ada dalam daftar kontak. Informasi tersebut antara lain menunjukkan apakah nomor penelepon berasal dari negara lain dan apakah pengguna memiliki grup yang sama dengan penelepon tersebut.
Informasi tambahan ini diharapkan dapat membantu pengguna memahami konteks sebelum memutuskan untuk menjawab panggilan.
WhatsApp mengatakan penipu sering mengandalkan rasa urgensi untuk membuat seseorang mengambil keputusan secara terburu-buru. Dengan memberikan lebih banyak konteks, pengguna memiliki kesempatan untuk mengenali situasi terlebih dahulu sebelum merespons.
Dengan lebih dari 1 miliar pengguna yang telah menggunakan passkey, WhatsApp menunjukkan bahwa metode autentikasi tanpa kode mulai menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan akun digital.
Bagi pengguna, penguatan passkey, verifikasi dua langkah, dan informasi tambahan untuk panggilan dari nomor tak dikenal menjadi pengingat bahwa keamanan akun tidak hanya bergantung pada aplikasi, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam melindungi identitas digitalnya.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post