youngster.id - Pemanfaatan artificial intelligence (AI) di dunia bisnis Indonesia semakin berkembang. Teknologi ini tak lagi sekadar digunakan untuk eksperimen, tetapi mulai dimanfaatkan untuk menjawab berbagai kebutuhan nyata, mulai dari operasional bisnis, layanan keuangan, hingga pengelolaan rantai pasok.
Melihat peluang tersebut, Grab Indonesia kembali menjalankan Grab Ventures Velocity (GVV), program akselerator untuk startup tahap post-seed. Memasuki tahun ke-9, GVV resmi membuka Batch 9 dengan mengusung tema“Grab For Indonesia: Building an AI-Powered Resilient Ecosystem.”
Melalui tema tersebut, GVV mendorong para startup founders untuk mengembangkan solusi berbasis AI yang dapat menjawab kebutuhan bisnis, Mitra Grab, pengguna, maupun masyarakat secara lebih luas.
Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, GVV Batch 9 menjadi kesempatan bagi Grab untuk membagikan pengalaman dalam mengembangkan dan menerapkan AI kepada para pendiri startup di Indonesia.
“Melalui GVV Batch 9, kami membawa pengalaman Grab dalam mengembangkan dan menerapkan AI lebih dekat kepada para startup founders di Indonesia,” ujar Neneng dikutip Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, sebagai perusahaan yang menerapkan pendekatan AI-First with Heart, Grab mengembangkan inovasi berbasis AI untuk mendukung produktivitas, membantu mitra meningkatkan penghasilan, serta memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi bagi pengguna.
Melalui kolaborasi dengan peserta GVV, solusi yang dikembangkan para startup juga dapat terus diuji dan disempurnakan sehingga semakin relevan dengan kebutuhan pasar dan ekosistem digital Indonesia.
Sebagai bagian dari program, startup yang terpilih akan mendapatkan akses terhadap mentorship, pembelajaran kepemimpinan, serta kesempatan menjalankan pilot project bersama Grab.
Untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, GVV Batch 9 juga menggandeng Superbank, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Sweef Institute.
Kolaborasi tersebut memberikan dukungan kepada para startup founders melalui akses ke ekosistem perbankan digital, jaringan, keahlian, hingga peluang pendanaan yang dapat mendukung pengembangan bisnis.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, Superbank kembali mendukung GVV setelah terlibat sejak Batch 8. Tahun ini, kolaborasi diperluas melalui pilot pertama Superbank bersama salah satu startup terpilih.
“Semangat inilah yang membawa kami mendukung GVV sejak Batch 8, dan tahun ini melangkah lebih jauh melalui pilot pertama Superbank bersama salah satu startup terpilih,” kata Tigor.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, GVV telah menerima lebih dari 800 pendaftar dan mendukung 40 startup alumni. Lebih dari 85% alumni tersebut masih beroperasi hingga saat ini.
Melalui Batch 9, Grab kembali mempertemukan startup dengan ekosistem yang dapat membantu mereka menguji dan mengembangkan solusi berbasis AI secara lebih nyata.
Lima Startup AI Terpilih GVV Batch 9
Setelah melalui proses seleksi dari ratusan pendaftar, GVV akhirnya memilih lima startup untuk mengikuti Batch 9. Kelimanya menawarkan solusi AI dengan fokus yang berbeda-beda.
Algobash bergerak di bidang rekrutmen dan talent assessment. Startup ini memanfaatkan AI untuk membantu perusahaan melakukan seleksi kandidat melalui video interview, asesmen psikometri, dan technical skills testing.
Dash mengembangkan solusi untuk membantu perusahaan mengelola operasional tenaga kerja frontline yang tersebar di berbagai lokasi. Platformnya mencakup penjadwalan tenaga kerja, distribusi tugas, penggajian, hingga akses armada kendaraan listrik.
Fineksi merupakan startup teknologi finansial yang memanfaatkan AI untuk membantu institusi keuangan mempercepat penilaian risiko dan pengambilan keputusan kredit. Solusinya mencakup pengolahan dokumen, analisis laporan keuangan, dan credit underwriting.
Grivy hadir sebagai startup commerce intelligence yang membantu bisnis menghubungkan interaksi pelanggan secara online dengan penjualan offline. Teknologinya mencakup atribusi online-to-offline (O2O), AI commerce agents, serta promosi digital.
Sementara Sekilo mengembangkan sistem operasi berbasis AI untuk rantai pasok protein halal di Indonesia. Solusinya mengintegrasikan berbagai proses, mulai dari pencocokan pasokan dan permintaan, pemrosesan, cold storage, logistik, hingga pembiayaan.
Kelima startup tersebut akan menjadi bagian dari perjalanan GVV Batch 9 untuk mengembangkan solusi AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Grab Bersinergi dalam merayakan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan semangat untuk tumbuh dan berkembang bersama serta menciptakan dampak bagi Mitra Grab dan ekosistem digital Indonesia.
STEVY WIDIA
