youngster.id - Perusahaan fintech lending asal Indonesia, JULO, dikabarkan berhasil mengamankan suntikan modal segar senilai hingga US$5 juta (sekitar Rp78 miliar) dari jajaran investor lamanya (existing investors). Berdasarkan laporan dari DealStreetAsia, pendanaan ini diraih di tengah situasi pasar modal ventura global yang masih menantang.
Informasi dari sumber yang mengetahui aksi korporasi tersebut mengindikasikan bahwa deretan pemodal kakap yang berpartisipasi dalam putaran ini meliputi Credit Saison, Quona Capital, Skystar Capital, dan East Ventures. Pendanaan bermodel bridge financing ini dilaporkan telah rampung sejak beberapa bulan lalu.
“JULO terus menerima dukungan kuat dari pemegang saham dan tetap fokus pada fundamental bisnis,” ujar juru bicara JULO, Senin (13/7/2026).
Persiapan Putaran Pendanaan Lanjutan dan Opsi Likuiditas
Suntikan dana segar senilai US$5 juta ini diproyeksikan menjadi jembatan finansial sementara JULO tengah bersiap menggelar putaran penggalangan dana (fundraising) dengan skala yang jauh lebih besar.
Sebelumnya, JULO dikabarkan telah menunjuk bank investasi Evercore sebagai penasihat keuangan (financial advisor) untuk memandu proses pendanaan masa depan tersebut, meskipun target nominal dan lini masa detailnya belum diungkapkan ke publik.
Di sisi lain, beberapa investor awal JULO dilaporkan sedang mengevaluasi opsi likuiditas mereka melalui penjualan saham sekunder (secondary share sales). Meski manajemen JULO menegaskan tidak memiliki rencana untuk menjual perusahaan secara penuh, sejumlah pembeli potensial di pasar dikabarkan telah menunjukkan ketertarikan mereka secara langsung.
Perluas Akses Kredit Digital dan Salurkan Pembiayaan UMKM
Didirikan sejak tahun 2016, JULO mengoperasikan platform kredit digital bergulir (revolving credit) terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pengguna mendapatkan satu batas kredit tunggal yang bisa digunakan untuk penarikan tunai, pembayaran tagihan, hingga transaksi belanja di e-commerce.
Menggunakan sistem penilaian kredit mandiri (proprietary credit scoring) serta teknologi machine learning, JULO dapat memberikan limit kredit hingga Rp50 juta bagi konsumen yang lolos verifikasi.
Hingga saat ini, platform fintech tersebut tercatat telah menyalurkan total pinjaman lebih dari Rp28 triliun kepada lebih dari 3,3 juta pengguna di seluruh Indonesia sejak pertama kali diluncurkan. Sebagian dari dana tersebut juga dialokasikan untuk sektor produktif, di mana per Mei lalu, JULO melaporkan telah menyalurkan Rp6,3 triliun untuk pembiayaan usaha mikro dan kecil (UMKM) Tanah Air. (*AMBS)















Discussion about this post