Living Lab Ventures dan Spiral Ventures Perkuat Jembatan Investasi Startup Jepang-ASEAN via Japan Thematic Fund

Living Lab Ventures Japan Thematic Fund

Living Lab Ventures dan Spiral Ventures Perkuat Jembatan Investasi Startup Jepang-ASEAN via Japan Thematic Fund (Foto: Istimewa/LLV)

youngster.id - Ekosistem bisnis dan inovasi di Asia Tenggara terus menjadi magnet bagi arus modal serta ekspansi teknologi internasional. Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital (CVC) dan fund management berbasis ASEAN, menegaskan perannya dalam menghubungkan modal global dengan peluang pertumbuhan regional melalui inisiatif Japan Thematic Fund (JTF).

JTF merupakan skema pendanaan strategis yang diinisiasi LLV bersama Spiral Ventures. Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi investasi lintas negara, ekspansi startup, hingga kolaborasi korporasi antara Jepang dan Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai fokus pasar utama.

Melalui JTF, startup dan perusahaan asal Jepang tidak hanya memperoleh akses pendanaan, tetapi juga dukungan go-to-market, jaringan bisnis regional, pemahaman karakter pasar lokal, serta kemitraan strategis yang dibutuhkan untuk masuk dan berkembang di kawasan ASEAN.

Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, menyampaikan bahwa hubungan ekonomi yang telah terbangun selama puluhan tahun antara Jepang dan Asia Tenggara menjadi fondasi kuat untuk memperluas skala kolaborasi inovasi masa depan.

“Seiring dengan semakin terintegrasinya ekonomi ASEAN, kami melihat pentingnya memperkuat hubungan antara modal internasional dan berbagai peluang pertumbuhan di Asia Tenggara. Hal ini tidak hanya mendorong investasi, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, inovasi, dan pasar regional. LLV berupaya menghubungkan global capital, businesses, dan innovation dengan pasar ASEAN,” ujar Bayu, dikutip Rabu (30/9/2026).

Pendekatan Berbasis Ekosistem dan Validasi Pasar

Bagi perusahaan yang melakukan ekspansi lintas negara, pemahaman ekosistem lokal dan jaringan mitra strategis menjadi kunci utama keberlanjutan bisnis di luar ketersediaan modal semata.

Berbasis di Indonesia, LLV memanfaatkan ekosistem terintegrasi di BSD City sebagai living lab alami. Lingkungan ini memungkinkan startup, korporasi, investor, dan penyedia teknologi global melakukan interaksi langsung, uji coba solusi, serta validasi pasar lokal sebelum melangkah ke tahap kemitraan komersial maupun ekspansi regional yang lebih luas.

Upaya penguatan konektivitas investasi ini turut mendapat perhatian diplomatik kawasan. Belum lama ini, jajaran manajemen Living Lab Ventures menerima kunjungan kerja Duta Besar Jepang untuk ASEAN, H.E. Mr. Yonetani Koji, di Biomedical Campus, KEK ETKI Banten, BSD City. Kunjungan tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai penguatan investasi lintas negara, penjelajahan peluang bisnis, serta akselerasi kolaborasi inovasi antara Jepang dan ASEAN. (*AMBS)

 

Exit mobile version