youngster.id - MDI Ventures, unit modal ventura korporat (corporate venture capital) milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, merombak strategi investasinya di Asia Tenggara. MDI Ventures kini mengalihkan fokus utama pada pembiayaan startup yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (Enterprise Artificial Intelligence/AI) dan infrastruktur aset digital.
Melalui strategi baru ini, MDI Ventures menargetkan pencarian startup potensial di kawasan Asia Tenggara, yang dimulai dari Singapura, untuk kemudian didorong berekspansi ke pasar Indonesia. Startup yang dibiayai akan memperoleh akses ke jaringan infrastruktur, basis pelanggan korporasi, hingga saluran distribusi milik Telkom Group.
Investment Director MDI Ventures, Shannon Lee Chaluangco, menjelaskan bahwa gelombang pertumbuhan teknologi berikutnya di kawasan ini akan dipimpin oleh perusahaan yang memecahkan masalah infrastruktur dan kebutuhan korporasi.
“Pertumbuhan kawasan berikutnya akan datang dari perusahaan yang menyelesaikan masalah infrastruktur dan kebutuhan bisnis enterprise, didukung oleh skala pasar Indonesia serta jaringan Telkom,” kata Shannon, Selasa (6/10/2026).
Dua Pilar Utama: AI Enterprise dan Infrastruktur Digital Asset
Dalam skema investasi barunya, MDI Ventures membagi prioritas pembiayaan ke dalam dua pilar utama. Pilar pertama berfokus pada sektor AI Enterprise, di mana MDI Ventures membidik pengembangan aplikasi AI khusus bisnis, penyediaan infrastruktur pendukung, serta perangkat lunak tata kelola dan kepatuhan (governance and compliance). Langkah ini diambil mengingat dari sekitar 2.400 startup AI dan deep-tech yang beroperasi di Asia Tenggara, sektor AI di Indonesia dinilai masih sangat kekurangan pendanaan (under-funded) dari investor institusional.
Sementara itu, pilar kedua berfokus pada sektor aset digital dan blockchain. Pada pilar ini, MDI Ventures mengalihkan fokusnya dari spekulasi pasar ritel menuju pembangunan infrastruktur institusional, seperti layanan custody atau penyimpanan aset digital, tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA), sistem pembayaran, hingga penyediaan regulasi kepatuhan. Potensi pilar ini sangat besar, terutama pada segmen tokenisasi RWA yang diperkirakan mampu menembus nilai hingga puluhan triliun dolar AS dalam satu dekade mendatang.
Vice President Strategy MDI Ventures, Alvin Evander, menambahkan bahwa pergeseran tren aset digital dari spekulasi menuju penyediaan infrastruktur akan menguntungkan para pendiri startup yang mengedepankan aspek regulasi.
“Aset digital di kawasan ini bergerak dari spekulasi menuju infrastruktur, sehingga memberi nilai lebih bagi founder yang membangun produk berbasis kepercayaan dan kepatuhan hukum,” ujar Alvin.
Strategi baru ini menegaskan komitmen Telkom Group dalam mendukung adopsi teknologi bagi sektor bisnis dan pasar keuangan terregulasi, sekaligus memperkuat Indonesia sebagai tujuan ekspansi utama startup di Asia Tenggara. (*AMBS)
