youngster.id - Startup penasihat investasi (investment advisory) asal Indonesia, Recompound, memperkenalkan model biaya berbasis kinerja (performance-based fee) bagi investor ritel. Struktur ini mengadopsi model yang biasanya hanya tersedia bagi investor institusi atau nasabah kaya raya (High-Net-Worth Individuals).
Langkah yang diumumkan pada akhir April 2026 ini bertujuan untuk mendemokratisasi manajemen portofolio terstruktur di Indonesia. Selama ini, layanan manajemen portofolio formal seperti Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) memerlukan investasi minimum sekitar Rp10 miliar, sehingga tidak terjangkau bagi mayoritas investor ritel.
Model baru dari Recompound menggunakan struktur high-water mark. Artinya, perusahaan hanya akan mengenakan biaya ketika nilai portofolio klien melampaui nilai puncak sebelumnya. Sistem ini menyelaraskan kompensasi penasihat dengan kinerja jangka panjang portofolio klien.
Co-founder Recompound, Toby Limanto, menjelaskan bahwa pertumbuhan pasar ritel saat ini mencerminkan segmen investor yang mulai mencari pendekatan lebih terstruktur dalam mengelola modal.
“Pertumbuhan partisipasi investor ritel yang pesat di Indonesia tidak selalu berkorelasi dengan hasil portofolio yang konsisten. Kami melihat adanya permintaan untuk pendekatan yang melampaui sekadar akses pasar, yakni kualitas manajemen portofolio,” ujar Toby.
Meskipun pengaturan biaya berbasis kinerja sudah ada di Indonesia, praktiknya sebagian besar masih bersifat informal dan berbasis kepercayaan. Recompound hadir dengan struktur formal yang memberikan transparansi lebih bagi investor dengan modal yang lebih terjangkau.
Berbeda dengan manajer investasi tradisional, Recompound beroperasi sebagai lapisan penasihat (advisory layer). Dana klien tetap disimpan di akun sekuritas masing-masing, sehingga kontrol tetap berada di tangan investor.
Recompound didirikan oleh Toby Limanto, mantan analis Goldman Sachs, dan Budi Ryan, ilmuwan data dari GoTo Financial. Perusahaan ini merupakan evolusi dari platform awal mereka, StockPeek, yang diluncurkan saat lonjakan investasi ritel tahun 2021–2022.
Pada Oktober 2024, Recompound berhasil meraih pendanaan awal (seed funding) dari Genesia Ventures, STRIVE, dan sejumlah investor malaikat (angel investors). Fokus perusahaan kini bergeser ke layanan penasihat tingkat portofolio setelah mengidentifikasi adanya celah antara akses pasar yang luas dan konsistensi hasil investasi.
Tren ini mencerminkan lanskap investasi ritel di Asia Tenggara yang kian matang, di mana investor kini menuntut solusi manajemen portofolio yang lebih canggih di luar sekadar transaksi jual-beli saham dasar. (*AMBS)



















Discussion about this post