youngster.id - Industri udang nasional mulai menunjukkan tren pemulihan di tengah tantangan harga global dan risiko penyakit. Momentum ini dimanfaatkan oleh startup teknologi akuakultur, FisTx, untuk memperkenalkan solusi modern melalui teknologi pengolahan air tambak yang mampu meningkatkan daya saing petambak lokal.
Pada Maret 2025, FisTx resmi mengimplementasikan sistem sterilisasi air terintegrasi di salah satu tambak udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam digitalisasi dan modernisasi tambak udang di salah satu sentra budidaya terbesar di Indonesia tersebut.
FisTx menghadirkan teknologi unggulan bernama Cakra Elektrolisis. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan proses elektrokimia untuk menghasilkan senyawa oksidator aktif yang efektif menekan bakteri patogen seperti Vibrio, tanpa ketergantungan berlebih pada bahan kimia.
CEO FisTx, Rico Wibisono, menegaskan bahwa kualitas air adalah fondasi utama keberhasilan budidaya udang intensif. “Melalui teknologi elektrolisis, kami ingin menghadirkan sistem pengolahan air yang menciptakan lingkungan tambak lebih stabil dan aman bagi pertumbuhan udang,” ujar Rico.
Untuk hasil maksimal, FisTx menerapkan sistem multi-barrier biosecurity dengan mengintegrasikan dua perangkat: Cakra Elektrolisis untuk menjaga stabilitas kualitas air dan oksidasi selama siklus budidaya. Dan, Baskara UV yang memanfaatkan sinar ultraviolet untuk menonaktifkan virus dan bakteri pada air baku sebelum masuk ke kolam.
Implementasi di Pantai Blimbingsari mencakup manajemen kualitas air untuk 20 hingga 22 kolam budidaya dengan luas mencapai 5.000 meter persegi per kolam. Pengamat akuakultur nasional, Dr. Hasanuddin Atjo, menilai penggunaan teknologi tepat guna seperti yang ditawarkan FisTx adalah kunci utama untuk meningkatkan daya saing udang Indonesia di pasar global.
“Industri udang memiliki peluang besar untuk kembali menguat. Namun, hal itu harus didukung oleh teknologi yang mampu menjaga konsistensi kualitas air tambak,” jelas Hasanuddin.
Dengan kehadiran FisTx di Banyuwangi, diharapkan pola budidaya udang di Indonesia dapat bertransformasi menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan meminimalisir risiko gagal panen akibat penyakit. (*AMBS)
