youngster.id - Startup penyedia solusi berbasis kecerdasan buatan (AI), Mimin (PT Admin Pintar Kita), mengumumkan ekspansi bisnisnya ke Filipina melalui kemitraan afiliasi strategis bersama TechShake. Langkah ini menandai kelanjutan peta jalan pertumbuhan Mimin di kawasan Asia Tenggara setelah sebelumnya melayani puluhan ribu pelaku bisnis di Indonesia dan pasar regional lainnya.
Melalui kolaborasi ini, Mimin mengombinasikan pengalaman dalam pemrosesan teknologi conversational AI dengan jaringan ekosistem startup serta inovasi lokal yang dimiliki TechShake di Filipina.
Solusi Komunikasi Terintegrasi untuk Pasar Digital Filipina
Filipina dinilai sebagai pasar yang sangat potensial bagi adopsi teknologi percakapan mengingat tingginya preferensi masyarakat lokal dalam berinteraksi langsung dengan pelaku bisnis. Platform Mimin hadir mengintegrasikan interaksi berbasis AI, transaksi, dukungan agen manusia, hingga interaksi lanjutan pelanggan dalam satu perjalanan yang terhubung untuk memangkas fragmentasi komunikasi.
Hingga saat ini, Mimin tercatat telah melayani lebih dari 50.000 bisnis di enam negara untuk membantu menciptakan pengelolaan komunikasi pelanggan yang lebih responsif dan terintegrasi.
Chief Operating Officer & Co-Founder Mimin, Bayu Eka Putra, menyatakan bahwa ekspansi ini menjadi momentum penting untuk memahami karakteristik kebutuhan pasar Filipina secara lebih mendalam.
“Bagi kami, kolaborasi ini merupakan kesempatan untuk saling belajar, bertukar wawasan, dan membangun hubungan dengan ekosistem setempat. Kami berharap pengalaman Mimin di Asia Tenggara dapat turut memberikan nilai bagi bisnis dan komunitas di Filipina,” ujar Bayu, dikutip Jum’at (18/9/2026).
Penguatan Ekosistem Inovasi Lintas Negara
Sebagai mitra lokal, TechShake membuka akses koneksi bagi Mimin ke berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku bisnis, penyedia teknologi, hingga komunitas industri di Filipina.
Chief Executive Officer & Co-Founder TechShake, Kotaro Adachi, turut menyambut positif kehadiran teknologi percakapan Mimin di pasar domestik mereka.
“Pengalaman Mimin dalam mengembangkan teknologi percakapan di Asia Tenggara menghadirkan perspektif yang sangat relevan bagi ekosistem Filipina. Kami berharap kemitraan ini dapat membuka ruang bagi pertukaran ide dan peluang kolaborasi baru,” tutur Kotaro.
Ke depan, Mimin akan terus berinteraksi aktif dengan berbagai organisasi ekosistem guna mengidentifikasi penerapan conversational AI yang tepat guna serta relevan dengan dinamika kebutuhan bisnis di Filipina. (*AMBS)
















Discussion about this post