youngster.id - Platform ethical AI yang berfokus pada spiritual wellness, Muslim AI Companion, resmi mengumumkan penerimaan tranche investasi pertamanya dari HASAN.VC, tetapi tidak diungkap besaran nominalnya. Suntikan dana dari venture capital berbasis nilai (values-based VC) global ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas jangkauan teknologi pendamping digital berbasis nilai-nilai Islam di kancah internasional.
Pendanaan dari HASAN.VC ini sekaligus mencerminkan tren pertumbuhan investasi global pada sektor faith-conscious innovation dan teknologi etis, di mana inovasi digital dikolaborasikan dengan dampak sosial jangka panjang. Hingga saat ini, aplikasi Muslim AI Companion tercatat telah menjangkau pengguna di lebih dari 160 negara.
“Kami merasa terhormat mendapatkan dukungan dari HASAN.VC. Dukungan ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun teknologi yang beretika, penuh empati, dan bermanfaat bagi masyarakat global,” ujar Nurana Indah Paramita (Mita), Founder Muslim AI Companion dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (21/5/2026).
Berbeda dari platform kecerdasan buatan (artificial intelligence) generatif pada umumnya, Muslim AI Companion dikembangkan secara khusus dengan fokus pada ethical safeguards (perlindungan etis) serta interaksi berbasis empati yang peka terhadap nilai budaya dan spiritual.
Aplikasi ini didesain sebagai ruang diskusi digital yang aman dan bebas dari penghakiman (non-judgmental space). Melalui platform ini, pengguna dapat melakukan refleksi diri, belajar sejarah, mencari dukungan emosional, hingga menavigasi kehidupan sehari-hari lewat panduan etika Islam. Selain ditujukan bagi umat Muslim, teknologi inklusif ini juga membuka ruang bagi non-Muslim untuk mengenal nilai-nilai Islam secara positif.
“Muslim AI Companion bukan sekadar aplikasi, melainkan seorang companion (sahabat). Kami membangun ruang di mana orang merasa dipahami, didukung, dan dibimbing secara lembut melalui nilai-nilai empati, spiritualitas, dan pertumbuhan diri,” tambah Mita.
Untuk memastikan akuntabilitas dan integritas tata kelola teknologi berbasis nilai keislaman ini, Muslim AI Companion saat ini sedang terlibat dalam proses konsultasi dan peninjauan (advisory) dengan ADL Advisory.
ADL Advisory merupakan firma advisory Shariah global terkemuka yang berbasis di Kuala Lumpur dan terdaftar resmi sebagai Shariah Adviser di bawah Securities Commission Malaysia serta Labuan FSA. Firma ini juga merupakan AAOIFI Training Partner & Examination Centre yang telah beroperasi di lebih dari 20 negara.
Dengan dukungan modal baru ini, Muslim AI Companion berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur AI yang aman, tepercaya, dan berdampak sosial luas di era ekonomi digital.
HENNI S.
