youngster.id - Platform investasi terintegrasi, Pluang, resmi mengamankan suntikan modal baru sebesar US$10 juta (sekitar Rp160 miliar) dalam putaran pendanaan Seri C. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh MUFG Innovation Partners, dengan partisipasi dari jajaran investor terdahulu seperti Square Peg dan Accel.
Menariknya, Pluang sebenarnya telah berhasil mencapai profitabilitas EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sejak tahun lalu. Oleh karena itu, perusahaan tidak memiliki kebutuhan mendesak untuk pendanaan operasional harian.
Co-founder dan CEO Pluang, Claudia Kolonas, mengungkapkan bahwa dana segar ini akan dialokasikan sebagai cadangan strategis untuk rencana akuisisi potensial atau ekspansi ke luar negeri di masa depan.
“Kami sudah mencetak laba tahun lalu, jadi sebenarnya kami tidak terlalu membutuhkan penggalangan dana,” jelas Claudia, seperti dilansir Tech in Asia, dikutip Selasa (19/5/2026).
Ia menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan MUFG ini akan memperkuat kepercayaan nasabah serta membuka peluang kolaborasi ke depan.
Suntikan modal ini bertepatan dengan momentum ekspansi agresif Pluang di pasar domestik. Pada akhir April 2026, Pluang resmi meluncurkan fitur perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), melengkapi produk investasi yang sudah ada seperti emas, saham AS, dan aset kripto.
Hanya dalam waktu satu minggu sejak peluncuran, platform wealthtech ini menerima lebih dari 50.000 pengajuan akun baru. Lonjakan permintaan yang melebihi ekspektasi ini sempat membuat proses verifikasi pelanggan (onboarding) kewalahan, sehingga Pluang sempat menghentikan sementara kampanye pemasarannya.
“Permintaan sangat tinggi dan jauh di luar dugaan kami. Terus terang, kami sempat sedikit kewalahan,” kata Claudia.
Saat ini, perusahaan tengah melakukan otomatisasi pada proses onboarding yang ditargetkan rampung dalam waktu dua hingga tiga minggu.
Secara historis, biaya transaksi emas menjadi motor utama pendapatan Pluang. Namun, dengan basis pengguna yang kini mencapai lebih dari 13 juta akun terdaftar, Claudia optimistis perdagangan saham Indonesia akan menjadi kontributor pendapatan utama yang baru. Sepanjang tahun lalu, Pluang membukukan pendapatan grup sebesar US$30 juta, mencerminkan pertumbuhan tahunan (year-on-year) yang melesat lebih dari 100%.
Di sisi efisiensi korporasi, Pluang mempertahankan jumlah karyawan di angka sekitar 200 orang setelah sempat melakukan efisiensi (layoff) sebesar 10% pada tahun 2023. Perusahaan memilih pendekatan konservatif untuk tidak menambah tim secara agresif demi menjaga profitabilitas yang sudah diraih.
Selain memperkuat pasar domestik yang didukung oleh reformasi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan likuiditas, Pluang juga mulai mengepakkan sayap ke Asia Tenggara. Sejak Juni 2025, Pluang telah memasuki pasar Filipina melalui program sandbox Securities and Exchange Commission (SEC) Filipina, yang memungkinkan pengguna lokal berinvestasi saham AS menggunakan mata uang Peso. Jika pengujian sandbox berjalan mulus, Pluang menargetkan peluncuran resmi di Filipina pada tahun depan. (*AMBS)
