youngster.id - Brand lokal Indonesia dinilai tengah memasuki fase pertumbuhan yang semakin matang. Tidak hanya kualitas produknya yang mampu bersaing dengan merek internasional, pelaku UMKM kini juga semakin piawai membangun identitas dan branding sehingga menarik perhatian konsumen.
Melihat tren tersebut, Brightspot kembali menggelar Taman Brightspot 2026 di Urban Forest Cipete Jakarta. Festival bergaya piknik urban ini menghadirkan lebih dari 120 tenant terkurasi dari kategori kuliner, fesyen, lifestyle, hingga komunitas kreatif.
Founder Brightspot sekaligus Future10 Anton Wirjono, mengatakan perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya pelaku usaha lokal yang mengikuti berbagai bazar kreatif. Kondisi itu membuat proses kurasi tenant menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan ketika Brightspot pertama kali digelar.
“Saya senang melihat UMKM berkembang sekali. Mereka sekarang jualannya secara branding maupun kualitas sudah bagus-bagus banget. Bahkan menurut saya sudah bisa bersaing dengan produk luar negeri,” kata Anton kepada wartawan di sela pembukaan TAMAN brightspot 2026, Jumat (31/7/2026) di Urban Forest Cipete, Jakarta.
Menurut Anton, tingginya antusiasme pelaku usaha lokal juga membuat proses kurasi tenant menjadi jauh lebih kompetitif.
“Kalau dulu, sekitar 17 tahun lalu, mencari 25 tenant saja susah sekali. Sekarang begitu kami membuka open call, yang mendaftar sangat banyak. Artinya perkembangan brand lokal memang luar biasa,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pada penyelenggaraan sebelumnya Brightspot menerima sekitar 3.000 pendaftar. Dari jumlah tersebut, tim Brightspot melakukan kurasi berdasarkan kualitas produk, tampilan visual, kekuatan branding, hingga potensi bisnis jangka panjang.
“Kalau makanan kami coba satu per satu. Kalau masih ragu, kami bertemu langsung dengan pendirinya. Kami mencari brand yang tidak hanya bisa viral, tetapi juga mampu bertahan dan terus berkembang,” katanya.
Anton mengatakan Brightspot selama ini juga menjadi tempat lahirnya berbagai brand lokal yang kemudian berkembang menjadi bisnis berskala nasional.
“Banyak brand yang mulai dari Brightspot, awalnya belum punya toko. Sekarang sudah ada yang memiliki sampai 17 gerai di mal. Semoga kami bisa terus melahirkan brand-brand berikutnya,” ujarnya.
Selain menjadi panggung bagi brand lokal, tahun ini TAMAN brightspot kembali mengusung konsep ruang publik terbuka yang memadukan pengalaman berbelanja, kuliner, musik, dan aktivitas komunitas di kawasan hijau Urban Forest Cipete.
“Jarang ada tempat seperti ini di Jakarta. Orang bisa piknik di ruang terbuka, menikmati makanan, musik, dan bertemu komunitas. Lokasinya juga sangat dekat dengan MRT sehingga lebih mudah dijangkau,” katanya.
Anton mengatakan sekitar 40%tenant tahun ini merupakan brand yang baru pertama kali mengikuti Brightspot. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pengunjung selalu menemukan pengalaman baru sekaligus memberi kesempatan kepada lebih banyak pelaku UMKM kreatif untuk berkembang.
Senada dengan itu, Co-Founder brightspotMRKT Leonard Theosabrata mengatakan ekosistem ekonomi kreatif hanya dapat tumbuh apabila keberagaman ide dan kolaborasi terus diberi ruang.
“Ekonomi kreatif yang sehat bertumbuh ketika keberagaman ide, perspektif, dan talenta mendapat ruang untuk berkembang bersama. Melalui kurasi musik, seni, kuliner, dan berbagai aktivitas komunitas, kami ingin menghadirkan ruang yang saling terhubung,” katanya.
Selain menghadirkan lebih dari 120 tenant pilihan dari kategori kuliner, fesyen, dan lifestyle, pengunjung juga dapat menikmati penampilan Pure Saturday, Andien, Batavia Collective, Aziz Hendra, serta puluhan musisi lainnya. Acara ini berlangsung selama dua pekan, yakni 31 Juli–2 Agustus dan 7–9 Agustus 2026.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post