youngster.id - Masyarakat Indonesia memiliki nilai gotong royong yang khas. Kini dengan kemajuan teknologi, semangat saling membantu dalam interaksi sosial dengan sesama manusia ini bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya adalah kehadiran Aplikasi Bantu Cari.
CEO Aplikasi Bantu Cari Muhammad Arbani menegaskan, platform ini tidak sekadar hadir sebagai solusi teknologi, melainkan sebagai upaya menghidupkan kembali nilai kebersamaan di tengah kehidupan modern yang serba digital.
“Bantu Cari dibangun dengan fondasi gotong royong. Kami ingin menciptakan ekosistem digital yang terbuka dan inklusif, di mana siapa pun bisa saling membantu. Dengan adanya Bantu Cari diharapkan mampu memupuk jiwa sosial masyarakat untuk membantu sesama,” katanya dikutip Sabtu (17/1/2026).
Arbani menjelaskan, aplikasi Bantu Cari dirancang sebagai ruang berbagi dan kerja sama digital untuk membantu masyarakat dalam mencari barang hilang, Mulai dari hewan peliharaan yang terpisah dari pemiliknya, hingga orang hilang.
“Dengan pendekatan berbasis komunitas, aplikasi ini mendorong partisipasi aktif pengguna untuk saling menolong,” ujarnya.
Arbani menilai, tingginya penetrasi smartphone di Indonesia menjadi peluang besar bagi berkembangnya platform berbasis kolaborasi sosial.
“Ekosistem digital nasional saat ini sangat ideal untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam format yang lebih relevan,” ujarnya.
Menariknya, aplikasi ini juga memungkinkan pengguna baik pencari maupun penolong memberikan imbalan secara sukarela sebagai bentuk apresiasi.
Menurut Arbani skema ini dirancang tanpa menghilangkan nilai sosial yang menjadi fondasi utama Bantu Cari. Untuk mendorong keterlibatan pengguna, Bantu Cari dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung, salah satunya sistem peringkat atau rank.
Fitur ini bertujuan memotivasi pengguna agar lebih aktif berkontribusi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di ruang digital.
Tak berhenti pada pengembangan aplikasi, tim Bantu Cari juga menyiapkan langkah strategis dengan menjalin kerja sama lintas sektor.
Arbain mengembangkan aplikasi Bantu Cari ini bersama Mohammad Henry Fajar Negara (COO) dan Yuda Prawira (CTO). Mereka berencana berkolaborasi dengan kepolisian, rumah sakit, shelter hewan, hingga komunitas relawan.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses pencarian dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam waktu 1×24 jam, dengan catatan ekosistem Bantu Cari sudah saling terhubung dan jumlah pengguna terpenuhi,” jelas Arbani.
Dengan sistem yang terintegrasi, proses pencarian tidak lagi berjalan secara terpisah, melainkan dilakukan secara kolektif dan terkoordinasi.
Arbani menambahkan, kekuatan Bantu Cari juga terletak pada tim internal yang solid dan berkomitmen melayani masyarakat.
“Kami akan terus menata dan memperkuat tim agar Bantu Cari bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.
STEVY WIDIA
