Atome Raih Pendanaan Sindikasi US$345 Juta, Perkuat Ekspansi BNPL di Asia Tenggara

Atome

Atome Raih Pendanaan Sindikasi US$345 Juta, Perkuat Ekspansi BNPL di Asia Tenggara (Foto: Istimewa)

youngster.id - Platform buy now pay later (BNPL) Atome menutup fasilitas pendanaan utang sindikasi senilai US$345 juta, memperbarui sekaligus meningkatkan skema pembiayaan yang sudah ada untuk mendukung ekspansi berkelanjutan bisnis kredit digitalnya di Asia Tenggara.

Nilai fasilitas ini meningkat signifikan dibandingkan pendanaan US$200 juta yang diperoleh pada 2024, mencerminkan kepercayaan berkelanjutan para pemberi pinjaman terhadap kinerja operasional dan prospek pertumbuhan Atome. HSBC tetap berperan sebagai structuring bank, mandated lead arranger, dan bookrunner, dengan DBS bergabung sebagai mandated lead arranger dan bookrunner tambahan.

Chief Commercial Officer Atome Andy Tan mengatakan peningkatan fasilitas pendanaan ini memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengembangkan portofolio pinjaman yang sehat dan berkelanjutan.

“Fasilitas yang diperbesar ini memperkuat kemampuan kami untuk menumbuhkan portofolio pinjaman yang sehat dan menguntungkan, sekaligus memperluas akses kredit yang fleksibel dan transparan bagi merchant dan konsumen. Fasilitas ini tumbuh signifikan dalam satu tahun dan memposisikan kami untuk melakukan ekspansi secara bertanggung jawab di kawasan,” ujar Tan, seperti dilansir TN Global, dikutip Rabu (14/1/2026).

Pendanaan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan skala portofolio regional Atome Financial, termasuk layanan BNPL, produk pinjaman konsumen, serta Atome PayLater Anywhere Card di pasar utama seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina. Pendanaan ini hadir di tengah meningkatnya persaingan dan pengawasan regulasi di sektor kredit digital Asia Tenggara.

Dari sisi pemberi pinjaman, transaksi ini mencerminkan meningkatnya minat institusi keuangan terhadap platform keuangan digital yang telah mapan di pasar negara berkembang Asia.

Head of Banking, Corporate and Institutional Banking HSBC Singapura Gilbert Ng menyatakan dukungan berkelanjutan tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap Atome dan kemitraan jangka panjang yang telah terjalin.

“Dukungan berkelanjutan kami mencerminkan keyakinan terhadap Atome serta kemitraan jangka panjang yang kami bangun bersama grup ini,” kata Gilbert.

Sementara itu, Head of Digital Economy Group DBS Chua Shih Guan menilai Atome sebagai platform yang memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses kredit dengan kerangka manajemen risiko yang kuat.

Atome Financial, yang menaungi bisnis BNPL Atome, PayLater Anywhere Card, serta unit pinjaman Indonesia Kredit Pintar, mencatat kenaikan pendapatan operasional 63% secara tahunan menjadi US$236 juta pada tahun fiskal 2024, dengan GMV melampaui US$2 miliar. Pertumbuhan berlanjut sepanjang 2025 dengan GMV mencapai US$6 miliar, sekaligus mencatat GMV bulanan tertinggi dalam sejarah perusahaan pada Desember 2025.

Dengan fasilitas pendanaan yang diperbesar ini, Atome berada pada posisi yang lebih kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di pasar BNPL dan pinjaman konsumen Asia Tenggara yang semakin matang. (*AMBS)

Exit mobile version