youngster.id - Platform infrastruktur pembayaran B2B, Durianpay, mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan memproses total volume transaksi (Total Payment Volume/TPV) lebih dari US$5,5 miliar. Pada Desember 2025, perusahaan membukukan rekor TPV bulanan sebesar US$803 juta.
Durianpay juga menutup tahun 2025 dalam kondisi profitabilitas penuh, di tengah tren industri pembayaran yang masih banyak mengutamakan pertumbuhan volume dibanding keberlanjutan bisnis. Jumlah karyawan mencapai 100 orang pada akhir tahun, sementara pertumbuhan biaya operasional lebih lambat dibanding pendapatan, mencerminkan peningkatan efisiensi dan leverage operasional.
Natasha Ardiani Hartoro, Co-founder dan CEO Durianpay, menyebut kinerja positif tersebut merupakan hasil dari strategi alokasi modal yang terukur. Bisnis pembayaran inti Durianpay membiayai pertumbuhan secara internal, sementara pengembangan layanan berbasis stablecoin menjadi perluasan bisnis dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi yang dibangun di atas infrastruktur kepatuhan, manajemen risiko, dan settlement yang sama.
“Dengan fondasi bisnis domestik yang sudah menguntungkan, Durianpay kini memasuki fase pertumbuhan baru melalui ekspansi layanan cross-border money movement berbasis stablecoin untuk institusi keuangan, platform global, dan bisnis digital di kawasan Asia-Pasifik dan pasar internasional,” ujar Natasha, Selasa (3/2/2026).
Dalam dua tahun terakhir, kinerja keuangan Durianpay meningkat signifikan. Pendapatan perusahaan tumbuh lebih dari 11 kali lipat, sementara EBITDA membaik sekitar US$3,4 juta hingga akhirnya mencapai profitabilitas penuh pada 2025. Sepanjang tahun lalu, volume transaksi meningkat konsisten hingga menembus lebih dari 90 juta transaksi pada Desember, didorong oleh peningkatan penggunaan layanan bernilai tinggi dari pelanggan besar.
Indonesia sendiri merupakan salah satu koridor arus dana lintas negara terbesar di dunia, dengan total nilai perdagangan, remitansi, dan transaksi treasury melampaui US$1 triliun per tahun. Namun, sebagian besar aktivitas tersebut masih terfragmentasi, lambat, dan mahal.
Didirikan pada 2020 oleh Natasha Ardiani bersama Antara Sara Mathai dan Kumar Puspesh, Durianpay menyediakan layanan penerimaan pembayaran real-time, disbursement, dan settlement bagi klien korporasi serta platform digital di Indonesia.
Ke depan, Durianpay berencana melakukan ekspansi selektif ke pasar baru, meluncurkan produk infrastruktur pembayaran baru, serta meningkatkan kapasitas platform untuk menangani volume transaksi yang lebih besar dengan tetap menjaga profitabilitas dan kepatuhan regulasi. (*AMBS)
