youngster.id - Program akselerator startup Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 fokus pada isu global yaitu teknologi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular. Solusi dari startup hijau terpilih yaitu CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak diimplementasikan ke dalam eksositem.
Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar akselerator biasa.
“Kami bangga melihat para startup terpilih ini berhasil menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang akan berdampak jangka panjang. Semangat mereka dalam menciptakan solusi yang relevan dan bernilai tambah bagi komunitas mencerminkan potensi besar dari generasi muda Indonesia untuk perubahan positif bagi masyarakat,” katanya dikutip Senin (19/1/2026).
Program GVV Batch 8 ini mengusung tema“Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations.”
“Buat Grab, inovasi bukan cuma soal growth, tapi juga soal bagaimana teknologi bisa bikin hidup masyarakat lebih baik sekaligus menjaga bumi tetap alive,” ungkapnya.
Sejak diluncurkan pada 2018, 83% dari 35 alumni GVV berhasil membangun bisnis berkelanjutan, angka ini bahkan melampaui rata-rata global.
GVV batch 8 berlangsung sejak Agustus 2025. Startup yang terpilih menjalani perjalanan intense bareng Grab. Mulai dari sesi mentorship, uji coba teknologi lewat pilot project, sampai pitching dengan investor dan mitra strategis.
Menariknya Grab Ventures Velocity Batch 8 solusi para startup langsung diterapkan ke dalam ekosistem Grab. Jejakin, misalnya, menggandeng Grab dan Grab For Business untuk menghadirkan fitur “Sustainability as a Service”. Melalui fitur ini, sekitar 400 pohon mangrove berhasil ditanam di Bangka Belitung, sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 733 kg CO₂ per bulan.
“Kami optimistis pilot project ini dapat menjadi contoh kolaborasi strategis yang menghasilkan dampak terukur dalam pengurangan emisi karbon,” kata Arfan Arlanda, CEO & Founder Jejakin.
Sementara itu, Liberty Society fokus ke ekonomi sirkular dengan cara yang super creative. Mereka mengubah jaket bekas Mitra Pengemudi Grab dan minyak jelantah dari Grab Merchant menjadi merchandise berbasis upcycling yang dijual kembali lewat GrabMart.
“Inisiatif ini menghemat emisi karbon hingga 208 kg CO₂e atau setara dengan menanam 9 pohon, sekaligus memberikan pekerjaan dan pendapatan kepada wanita marginal,” jelas Tamara Soerijo, CEO Liberty Society
Di sisi lain, Rekosistem mengintegrasikan API mereka dengan Grab sehingga pengguna bisa setor sampah langsung dari aplikasi.
“Integrasi ini memungkinkan pengguna melakukan setor sampah dengan praktis dan memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau,” sebut Ernest Layman, CEO Rekosistem.
Sementara Sirsak hadir dengan pendekatan B2C yang unik lewat kampanye promo-to-donation. Pengguna Grab bisa berdonasi Rp1 untuk pengelolaan sampah, dan hasilnya luar biasa: 25 ton sampah daur ulang terkumpul dan 20.000 voucher berhasil redeem dalam dua hari.
“Ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi melalui kontribusi sederhana,” ungkap Angeline Callista, CEO Sirsak.
Sedangkan CASION masuk ke sektor kendaraan listrik dengan solusi EV charging yang terjangkau.
“Melalui pilot project bersama Grab, kami dapat memvalidasi solusi EV charging yang relevan dan mempercepat perluasan infrastruktur kendaraan listrik,” tutur Kevin Pudjiadi, CEO CASION.
