youngster.id - Grab mengumumkan pencapaian laba bersih tahunan pertamanya. Grab membukukan laba bersih sebesar US$268 juta untuk Tahun Fiskal 2025 (FY2025), berbalik drastis dari kerugian sebesar US$105 juta pada tahun sebelumnya.
CEO dan Co-Founder Grab, Anthony Tan, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perusahaan.
“Kami mengakhiri tahun 2025 dengan kuartal keempat yang mencetak rekor, menghasilkan laba bersih penuh pertama kami dan melampaui 50 juta pengguna yang bertransaksi setiap bulan,” ujar Anthony, seperti dilansir Business Times, Kamis (12/2/2026).
Keberhasilan Grab ini didorong oleh kinerja kuartal keempat (Q4) 2025 yang memecahkan rekor, dengan laba bersih mencapai US$171 juta, atau melonjak lebih dari enam kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan grup untuk FY2025 tercatat tumbuh sebesar 20% secara tahunan menjadi US$3,4 miliar. Lonjakan ini ditopang oleh peningkatan EBITDA yang disesuaikan, pendapatan keuangan bersih yang lebih tinggi, serta efisiensi pada biaya kompensasi berbasis saham.
Hampir seluruh segmen bisnis Grab mencatatkan EBITDA positif, kecuali layanan keuangan yang masih dalam tahap ekspansi: Segmen Mobilitas: Mencatat margin EBITDA sebesar 8,6%; Segmen Pengiriman (Deliveries): Mencatat margin EBITDA sebesar 2,2%.
Kedua segmen ini terus menunjukkan fundamental yang kuat melalui disiplin operasional dan peningkatan efisiensi jaringan.
Layanan keuangan Grab menjadi salah satu motor pertumbuhan tercepat. Pendapatan di sektor ini tumbuh 34% menjadi US$99 juta pada Q4 2025. Sektor pinjaman bahkan melonjak drastis sebesar 120% menjadi US$1,2 miliar. Total pinjaman yang disalurkan naik 53% menjadi US$979 juta pada kuartal tersebut.
Di sisi perbankan digital, simpanan nasabah di GXS Singapura dan GXBank Malaysia meningkat menjadi US$1,6 miliar. Pertumbuhan ini mayoritas didorong oleh ekosistem pengguna Grab yang mulai beralih menggunakan layanan perbankan terintegrasi.
Menatap tahun 2026, Grab memproyeksikan tren positif akan terus berlanjut. Perusahaan memperkirakan pendapatan tahun fiskal 2026 akan berada di kisaran US$4,04 miliar hingga US$4,1 miliar. Target ini mencerminkan tingkat pertumbuhan sebesar 20% hingga 22% secara tahun ke tahun (year-on-year).
Dengan tercapainya profitabilitas ini, Grab kini memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar aplikasi super (super-app) di Asia Tenggara yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan skala, tetapi juga keberlanjutan finansial jangka panjang. (*AMBS)
