youngster.id - Gairah investasi pada sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus menunjukkan tren penguatan signifikan di tingkat global. Berdasarkan data terbaru dari Crunchbase, para investor telah menyuntikkan dana lebih dari US$9 miliar atau sekitar Rp140 triliun ke dalam pendanaan tahap awal (seed round) startup berbasis AI hanya dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
“Tren ini menunjukkan bahwa meskipun pasar modal ventura secara umum mengalami penyesuaian, fokus terhadap inovasi AI tetap menjadi prioritas utama bagi para pemodal yang mencari terobosan teknologi masa depan,” jelas Crunchbase, dikutip Sabtu (21/2/2025).
Dalam laporan evaluasi berkala tersebut, terdapat empat sektor utama yang mendominasi perolehan dana, yakni keamanan siber, multimedia AI, robotika, serta otomatisasi pekerjaan administratif.
Sektor keamanan siber berbasis AI sendiri berhasil mengumpulkan pendanaan lebih dari US$400 juta. Investasi di bidang ini terbagi menjadi dua fokus utama: penggunaan AI untuk mengefisiensikan tugas keamanan tradisional dan pengembangan aplikasi untuk memitigasi risiko baru yang muncul akibat keberadaan agen AI otonom. Startup seperti Armadin Security yang berbasis di Silicon Valley dan Opti menjadi contoh perusahaan yang berhasil meraih pendanaan besar untuk mengotomatisasi pengujian keamanan serta pengelolaan identitas digital.
Sektor robotika juga tidak ketinggalan dengan perolehan pendanaan tahap awal mencapai lebih dari US$850 juta dalam periode yang sama. Menariknya, sektor ini menunjukkan diversifikasi geografis yang luas, di mana banyak putaran pendanaan terbesar mengalir ke startup asal Tiongkok.
Salah satu penerima dana seed terbesar adalah Mochi Intelligence, perusahaan asal Tiongkok yang tengah mengembangkan robot humanoid universal untuk pekerjaan rumah tangga. Selain itu, Mind Robotics, sebuah perusahaan spin-out dari produsen mobil listrik Rivian, juga menarik perhatian besar lewat fokusnya pada pengembangan robot industri bertenaga AI.
Inovasi pada fitur bahasa dan multimedia, termasuk audio, penerjemahan, dan video, turut menjadi magnet bagi para investor. Gradium, startup yang berbasis di Paris, memimpin kategori ini dengan perolehan dana awal sebesar US$70 juta pada Desember lalu untuk mengembangkan model AI bahasa audio dengan latensi sangat rendah. Selain itu, Runware yang berbasis di San Francisco juga menunjukkan pertumbuhan pesat dengan meraih pendanaan seri A senilai US$50 juta hanya dalam beberapa bulan setelah mengamankan dana seed mereka. Hal ini menandakan bahwa permintaan akan API generasi gambar, video, dan audio berkualitas tinggi terus meningkat di pasar global.
Tren terakhir yang muncul adalah pergeseran otomatisasi pekerjaan administratif dari alat yang bersifat umum menuju solusi yang sangat spesifik atau niche. Startup baru kini mulai masuk ke celah-celah industri yang selama ini belum tersentuh secara maksimal, seperti pemrosesan klaim asuransi, pengadaan barang, hingga tinjauan rencana bangunan. Startup seperti ClaimSorted dan Spacial menjadi contoh nyata bagaimana AI mulai mendisrupsi bidang teknis seperti teknik struktural dan asuransi untuk mempercepat proses perizinan serta administrasi.
Meskipun mayoritas inovasi ini lebih berorientasi pada efisiensi perusahaan (enterprise) daripada konsumen akhir, skala investasi yang masif ini menegaskan bahwa fondasi ekonomi digital masa depan akan sangat bergantung pada integrasi AI di segala lini. (*AMBS)



















Discussion about this post