youngster.id - Setelah aktif berinvestasi di sektor AI, keamanan siber, dan blockchain sepanjang tahun 2025 lewat perusahaan seperti Cyfirma, Whale, dan IDRX, MDI Ventures kini mempertajam fokus strategisnya. Unit modal ventura milik Telkom Indonesia ini menargetkan maksimalisasi nilai portofolio melalui penguatan sinergi dengan Telkom Group dan ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lebih luas.
MDI memposisikan diri sebagai penghubung antara inovasi startup dan kebutuhan perusahaan besar (enterprise), dengan memastikan setiap kolaborasi disusun secara terstruktur, relevan dengan kebutuhan bisnis, serta siap dieksekusi hingga tahap implementasi dan komersialisasi (go-to-market).
Pendekatan ini menekankan hasil sinergi yang terukur, mulai dari proyek percontohan (pilot project) yang berlanjut ke implementasi, jalur pemasaran yang jelas, hingga kolaborasi yang dapat direplikasi dan diperluas ke berbagai entitas dalam ekosistem BUMN.
Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto, menyebut salah satu tantangan terbesar dalam kerja sama antara startup dan perusahaan besar adalah memastikan solusi yang ditawarkan benar-benar menjawab kebutuhan bisnis sejak awal.
“MDI membantu menyelaraskan kebutuhan enterprise dengan solusi paling relevan dari portofolio startup kami, lalu mendampingi kedua belah pihak agar prosesnya bergerak dari diskusi ke implementasi dan go-to-market,” ujar Roby, Rabu (18/2/2026).
Salah satu contoh nyata dari strategi ini adalah kolaborasi antara Digiserve by Telkom Indonesia dengan startup keamanan siber portofolio MDI, Cyfirma.
Teknologi Cyber Threat Intelligence (CTI) milik Cyfirma kini telah terintegrasi dalam portofolio layanan Telkom Solution. Solusi ini memungkinkan pelanggan enterprise tidak hanya mendeteksi ancaman siber, tetapi juga memahami risiko yang menyertainya serta mengambil langkah pencegahan lebih dini.
Dengan dukungan teknologi Cyfirma dan kekuatan distribusi Digiserve dalam jaringan Telkom Solution, layanan keamanan siber ini dinilai lebih siap menjawab kebutuhan perusahaan secara cepat dan skalabel.
Selain sinergi bisnis, MDI menegaskan bahwa kepercayaan (trust) merupakan fondasi utama dalam menciptakan nilai berkelanjutan. Sebagai corporate venture capital (CVC), tata kelola (governance) dan transparansi menjadi faktor penting untuk menjaga kredibilitas dalam proses investasi maupun kemitraan.
Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Synergy Innovation Week 2025 bersama AMVESINDO pada akhir tahun lalu. Kegiatan ini mempertemukan startup portofolio MDI, Telkom Group, serta berbagai BUMN untuk menjajaki peluang kemitraan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada eksekusi.
Salah satu agenda utama adalah Ventures Forum, forum dialog strategis yang melibatkan perwakilan dari OJK, Jamdatun, Bappenas, Komdigi, serta Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Forum ini menegaskan pentingnya keselarasan tata kelola, kepastian regulasi, dan kepercayaan sebagai fondasi bagi ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan tangguh.
Roby menegaskan bahwa tujuan MDI bukan hanya menciptakan sinergi satu kali, melainkan membangun model kolaborasi yang dapat diulang dan diperluas secara berkelanjutan.
“Tujuan kami adalah membangun cara kerja yang repeatable dan scalable. Karena itu kami mengawal proses dari identifikasi peluang hingga kolaborasi yang berdampak, sambil menjaga integritas melalui tata kelola yang konsisten,” ujarnya.
Ke depan, MDI Ventures akan terus memperdalam sinergi portofolio dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada eksekusi, sembari memastikan kepercayaan tetap menjadi fondasi utama operasional perusahaan.
Strategi ini diharapkan membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara startup portofolio, mitra korporasi, serta ekosistem inovasi nasional secara lebih luas. (*AMBS)
