OpenAI Raup Pendanaan Rp1.760 Triliun, Jadi Penggalangan Dana Terbesar dalam Sejarah Teknologi AI

Sam Altman - OpenAI

OpenAI Raup Pendanaan Rp1.760 Triliun, Jadi Penggalangan Dana Terbesar dalam Sejarah Teknologi AI (Foto: Dok. Wired)

youngster.id - Putaran pendanaan kecerdasan buatan (AI) kembali mencetak rekor baru. OpenAI resmi mengumumkan telah menutup pendanaan senilai US$110 miliar atau sekitar Rp1.760 triliun, dengan valuasi pasca-pendanaan (post-money valuation) mencapai US$840 miliar.

Pendanaan tersebut berasal dari tiga investor utama. SoftBank dan Nvidia masing-masing menginvestasikan US$30 miliar, sementara Amazon menjadi kontributor terbesar dengan investasi US$50 miliar. OpenAI menyatakan bahwa masih akan ada investor tambahan yang bergabung seiring berjalannya proses pendanaan.

“Pendanaan ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah industri teknologi global,” tulis Crunchbase, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Sebelumnya, rekor pendanaan terbesar kedua juga dipegang oleh OpenAI melalui putaran pendanaan senilai US$40 miliar pada 2025. Posisi ketiga ditempati oleh pesaingnya, Anthropic, yang menggalang dana US$30 miliar dalam Seri G dengan valuasi pasca-pendanaan sebesar US$380 miliar pada Februari 2026.

Dengan valuasi terbaru ini, nilai kepemilikan OpenAI Foundation di grup OpenAI meningkat menjadi lebih dari US$180 miliar.

Selain pendanaan, OpenAI juga mengumumkan kemitraan strategis dengan Amazon serta perluasan kerja sama dengan Nvidia untuk mengamankan infrastruktur komputasi generasi terbaru (next-generation inference compute). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas komputasi seiring melonjaknya permintaan layanan AI secara global.

OpenAI mengklaim saat ini memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan dan lebih dari 50 juta pelanggan berbayar di segmen konsumen.

CEO sekaligus pendiri OpenAI, Sam Altman, menyebut pertumbuhan pelanggan pada Januari dan Februari 2026 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

“Kita memasuki fase baru ketika AI frontier beralih dari riset menjadi penggunaan sehari-hari dalam skala global. Kepemimpinan akan ditentukan oleh siapa yang mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dan mengubah kapasitas tersebut menjadi produk yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Altman.

Ia menegaskan bahwa pendanaan jumbo dan kemitraan strategis ini akan mempercepat pengembangan produk AI yang lebih andal dan mudah diakses oleh pengguna di seluruh dunia. (*AMBS)

 

Exit mobile version