Jumat, 27 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Startup

Pendanaan Fintech Asia-Pasifik Mulai Stabil di Semester II 2025, Investor Fokus ke AI dan Infrastruktur

27 Februari 2026
in Startup
Reading Time: 3 mins read
pendanaan Fintech

Pendanaan Fintech Asia-Pasifik Mulai Stabil di Semester II 2025, Investor Fokus ke AI dan Infrastruktur (Foto: ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pasar fintech Asia-Pasifik mulai memasuki fase stabilisasi setelah mengalami perlambatan tajam pada paruh pertama tahun ini. Hal ini terungkap dari laporan terbaru KPMG dalam Pulse of Fintech H2 2025. Meski belum mencerminkan pemulihan penuh, arus modal dinilai tidak lagi mengalami penurunan sedalam periode sebelumnya dan mulai bergerak lebih selektif.

Sepanjang 2025, Asia-Pasifik mencatat total investasi fintech sebesar US$9,3 miliar melalui 763 transaksi, turun dibandingkan US$11,7 miliar pada 2024. Khusus semester II 2025, pendanaan mencapai US$4,6 miliar dari 362 transaksi.

“Angka tersebut menegaskan bahwa ‘musim dingin pendanaan’ belum sepenuhnya berakhir, namun laju penurunan mulai melandai,” kata pihak KPMG, seperti dilansir Fintech News Singapore, Jum’at (27/2026).

KPMG mencatat ketidakpastian makroekonomi, tensi geopolitik, serta tekanan profitabilitas masih memengaruhi keputusan investor. Namun, perilaku investor kini berubah dari menarik diri secara menyeluruh menjadi memusatkan modal pada perusahaan dengan model bisnis yang skalabel, jalur profitabilitas yang jelas, dan teknologi yang memberi dampak nyata terhadap efisiensi operasional.

Menurut catatan KPMG, sepanjang paruh pertama 2025 (H1 2025), pendanaan fintech di kawasan Asia-Pasifik merosot ke level terendah dalam lebih dari satu dekade. Total investasi hanya mencapai US$4,3 miliar dari 363 transaksi, turun tajam dibandingkan US$7,3 miliar pada semester sebelumnya.

Baca juga :   Indonesia Bakal Punya 10 Startup Raksasa Teknologi

Secara global, investasi fintech hanya mencapai US$44,7 miliar dari 2.216 kesepakatan. Angka ini menjadi periode enam bulan terlemah sejak 2020, saat pandemi COVID-19 mengguncang ekonomi dunia.

AI Jadi Magnet Utama Investasi

Perubahan paling menonjol terlihat pada sektor kecerdasan buatan (AI). Secara global, pendanaan fintech berbasis AI mencapai US$16,8 miliar pada 2025, dan Asia-Pasifik mulai menjadi bagian penting dari tren tersebut.

Investor kini lebih tertarik pada AI yang terintegrasi dalam infrastruktur keuangan, seperti untuk kepatuhan (compliance), deteksi fraud, manajemen risiko, dan otomatisasi operasional. Bank dan perusahaan asuransi di kawasan ini memanfaatkan generative AI, large language models, hingga agentic AI untuk menekan biaya dan meningkatkan akurasi proses bisnis.

KPMG menegaskan bahwa startup fintech tidak lagi cukup hanya menambahkan fitur AI, tetapi harus menunjukkan diferensiasi teknologi dan dampak bisnis yang terukur agar menarik pendanaan.

Selain AI, investor semakin memprioritaskan sektor infrastruktur seperti regtech, core banking, dan payments berbasis B2B. Secara global, investasi payments mencapai US$19,2 miliar pada 2025, namun jumlah transaksi turun ke level terendah dalam sembilan tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa hanya pemain besar dan mapan yang kini mampu menarik modal.

Baca juga :   Qlue Peroleh Dana Hibah dari Program Ecosystem Accelerator GSMA

Di Asia-Pasifik, minat investor bergeser ke platform modular untuk transaksi lintas negara, orkestrasi multi-rail, dan integrasi kepatuhan. Tren ini berbeda dari siklus sebelumnya yang didominasi e-wallet dan super app.

Data KPMG menunjukkan bahwa pendanaan terbesar pada semester II 2025 didominasi perusahaan fintech yang sudah matang dan berfokus pada infrastruktur. Beberapa transaksi utama meliputi:

  • PhonePe (India) – US$600 juta
  • AlloyX (Hong Kong) – US$350 juta
  • Airwallex (Singapura) – US$330 juta
  • Upsider (Jepang) – US$313,7 juta
  • PremiaLab (risk & compliance) – US$220 juta
  • Toss (Korea Selatan) – US$200 juta
  • Honest (Indonesia) – US$140 juta

Selain itu, India juga mencatat pendanaan besar pada Snapmint, Raise Fintech Ventures, dan Metropolitan Stock Exchange.

Aset Digital Mulai Pulih, Regulasi Jadi Penentu

Sektor aset digital menunjukkan pemulihan dengan investasi global hampir dua kali lipat menjadi US$19,1 miliar pada 2025. Meski porsi Asia-Pasifik masih relatif kecil dibanding Amerika Serikat dan Eropa, kawasan ini aktif membangun kerangka regulasi.

Baca juga :   Lazada Investasikan Hingga US$25 Juta untuk Festival Belanja 11.11 Tahun Ini

Hong Kong mempercepat rezim lisensi stablecoin, sementara negara lain mengembangkan tokenisasi aset dan mata uang digital bank sentral (CBDC). Di sisi lain, China tetap mempertahankan larangan ketat terhadap aktivitas kripto, menandakan fragmentasi kebijakan di kawasan.

KPMG mencatat meningkatnya partisipasi institusi keuangan tradisional dalam pemanfaatan stablecoin untuk treasury management, pembayaran lintas negara, dan tokenisasi pasar uang. Fokus industri bergeser dari spekulasi ke infrastruktur keuangan yang teregulasi.

Untuk 2026, KPMG memproyeksikan AI tetap menjadi magnet utama investasi, diikuti konsolidasi fintech kecil yang mencari skala dan unit ekonomi lebih sehat. Perkembangan regulasi aset digital juga akan menentukan seberapa cepat partisipasi institusi meningkat di Asia-Pasifik.

Jika semester I 2025 ditandai oleh kontraksi, maka semester II menunjukkan pergeseran menuju disiplin investasi. Modal masih mengalir, tetapi hanya ke segmen yang lebih sempit dan terukur.

KPMG menyimpulkan bahwa era pendanaan mudah telah berakhir. Jika dekade sebelumnya menguntungkan para disrupter tercepat, fase berikutnya akan lebih berpihak pada perusahaan fintech dengan fondasi kuat, efisiensi operasional, dan kepatuhan regulasi yang jelas. (*AMBS)

 

Tags: KPMGPendanaan Fintech Asia-PasifikPulse of Fintech H2 2025
Previous Post

Kementerian Agama dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah

Related Posts

pegawai startup
Headline

Indonesia Bakal Punya 10 Startup Raksasa Teknologi

9 Agustus 2022
0
Waresix
Headline

10 Startup RI Diramal Bakal Jadi Raksasa Baru di Asia Pasifik

22 Juli 2022
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

pendanaan Fintech

Pendanaan Fintech Asia-Pasifik Mulai Stabil di Semester II 2025, Investor Fokus ke AI dan Infrastruktur

27 Februari 2026
Kemenag x British Council

Kementerian Agama dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah

27 Februari 2026
TEDxSampoerna University 2026

TEDxSampoerna University 2026, Bahas Kesiapan Gen Z Hadapi Era AI

27 Februari 2026
startup AI

Untuk Perkuat Daya Saing Startup AI Nasional Komdigi Gandeng Google

27 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
pendanaan Fintech

Pendanaan Fintech Asia-Pasifik Mulai Stabil di Semester II 2025, Investor Fokus ke AI dan Infrastruktur

27 Februari 2026
Kemenag x British Council

Kementerian Agama dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah

27 Februari 2026
TEDxSampoerna University 2026

TEDxSampoerna University 2026, Bahas Kesiapan Gen Z Hadapi Era AI

27 Februari 2026
startup AI

Untuk Perkuat Daya Saing Startup AI Nasional Komdigi Gandeng Google

27 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version