youngster.id - SheHacks, program pemberdayaan perempuan berbasis teknologi dari Indosat Ooredoo Hutchison memperluas kiprahnya lintas negara melalui inisiatif Global Market Benchmarking Trip ke Vietnam. Langkah ini menjadi inisiatif strategis untuk membuka akses pasar baru bagi para startup perempuan Indonesia. Sekaligus, memperkuat jejaring inovasi Asia Tenggara, serta menunjukkan kapasitas startup perempuan Indonesia dalam bidang kecerdasan artifisial (AI) untuk bersaing dan berkolaborasi di ekosistem global.
Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Reski Damayanti mengatakan, program SheHacks dirancang untuk menghadirkan peluang nyata bagi perempuan Indonesia di ekonomi digital global, sekaligus mencerminkan komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia secara inklusif, di mana perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa.
“Melalui kolaborasi lintas negara, penguatan jejaring institusi, dan akses ke investor, SheHacks memperluas dampaknya dari Indonesia ke Asia Tenggara. Kami ingin para founder perempuan membangun koneksi yang kuat dengan ekosistem digital global, mengakses peluang pendanaan, dan mengubah inovasi mereka menjadi solusi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ucapnya pada Senin (10/3/2026) di Jakarta.
Untuk itu, SheHacks membawa Top 5 MVP Accelerator 2025 yang mewakili sektor digital prioritas di Indonesia. Mulai dari DoctorTool (penyedia ekosistem digital berbasis Al untuk fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan dan pasien). Lalu Hear Me (solusi komunikasi inklusif berbasis teknologi untuk Teman Tuli), dan Serenic.ai (AI klinis untuk otomatisasi administratif RS, seperti optimalisasi klaim RS dan pencatatan rekam medis berbasis percakapan dokter-pasien). Kemudian Katalis AI (solusi digital marketing dengan kombinasi AI dan data analytics), hingga Lunar Interactive (Penerapan sistem gamifikasi untuk pembelajaran keterampilan berbicara bahasa asing).
“Para founder menjalani rangkaian kegiatan terstruktur yang dirancang untuk membuka peluang investasi, kolaborasi pasar, dan pertukaran wawasan bisnis serta potensi mentoring dari praktisi di Vietnam guna memperkuat kapasitas setiap startup dalam mengembangkan produk dan membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan,” ungkap Reski.
Rangkaian aktivitas meliputi 51 sesi business matching, mentoring intensif bersama pakar AI, strategi bisnis, legal, ekonomi, dan community building, diskusi kolaborasi dengan institusi inovasi pemerintah, serta featured events bersama investor dan ecosystem enablers. Selain itu, SheHacks berhasil membuka koneksi strategis dengan enam investor, enam instansi pemerintah, dan sembilan potential partners di ekosistem Vietnam, sebuah landasan kuat untuk kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan.
Serangkaian kolaborasi ini melibatkan lembaga-lembaga penting seperti Department of Science & Technology (DOST), Startup & Innovation Hub (SIHUB), HCMC Innovation Department, Business Startup Support Centre (BSSC), dan Investment & Trade Promotion Center (ITPC). Keterlibatan institusi pemerintah tersebut membuka jalan bagi soft-landing dan akses pasar bagi startup Indonesia di Vietnam.
“Seluruh rangkaian program ini membuktikan bahwa SheHacks bukan hanya inkubator inovasi, tetapi platform pemberdayaan perempuan lintas negara yang mampu membangun koneksi global secara konkret. Para founder mendapatkan kesempatan untuk memahami regulasi Vietnam, mengevaluasi potensi ekspansi, dan menyesuaikan model bisnis untuk pasar Asia Tenggara,” pungkas Reski.
Indosat menegaskan komitmennya melalui upaya ini sebagai landasan penting untuk memperluas pergerakan SheHacks di kawasan Asia. Inisiatif di Vietnam ini juga akan menjadi model bagi kolaborasi di negara-negara Asia lainnya, mendorong terbentuknya ekosistem inovasi perempuan yang lebih inklusif, tangguh, dan kompetitif.
STEVY WIDIA
