youngster.id - Perusahaan teknologi perhotelan, RedDoorz mempercepat ekspansi bisnisnya di Indonesia. Saat ini, perusahaan mencatat telah mengoperasikan sekitar 100 hotel secara langsung dan menargetkan penambahan 100–150 properti hingga 2027.
Founder dan Chief Executive Officer (CEO) RedDoorz Amit Saberwal mengungkapkan,
“Indonesia tetap menjadi salah satu pasar paling strategis dan potensial bagi RedDoorz, didorong oleh kuatnya permintaan perjalanan domestik serta meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang andal dan terjangkau,” katanya dikutip Senin (2/3/2026).
Menurut Amit, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kendali operasional di tengah pertumbuhan pasar akomodasi domestik. Model pengelolaan langsung dinilai memberi ruang bagi perusahaan untuk menjaga konsistensi standar layanan sekaligus meningkatkan efisiensi unit bisnis.
“Melalui perluasan portofolio properti yang dikelola langsung, perusahaan memiliki kendali operasional yang lebih kuat untuk menghadirkan pengalaman menginap yang konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi unit bisnis,” tambahnya.
Ada pun properti tambahan tersebut akan beroperasi di bawah merek RedDoorz adalah SANS, dan URBANVIEW. SANS diposisikan pada segmen hotel ekonomis dengan konsep lifestyle, sementara URBANVIEW menyasar wisatawan perkotaan yang mencari akomodasi terjangkau dengan desain modern. Kedua merek ini diperkenalkan sejak 2020 sebagai bagian dari strategi multi-brand perusahaan.
Seiring ekspansi tersebut, perusahaan juga memperkuat pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung operasional. RedDoorz meluncurkan sistem internal bernama RedPilot, yang dirancang sebagai asisten berbasis AI bagi manajer hotel.
“Teknologi, khususnya AI, akan menjadi faktor utama dalam mendukung skala bisnis kami. Mulai dari menjaga kualitas layanan, mengoptimalkan operasional, hingga mendorong profitabilitas jaringan mitra properti yang luas dan beragam secara geografis,” ucap Amit.
Implementasi teknologi ini direncanakan diterapkan secara bertahap pada seluruh properti yang dikelola langsung dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut Amit, tren perjalanan domestik yang lebih singkat namun lebih sering, serta meningkatnya preferensi terhadap layanan berbasis digital, mendorong kebutuhan model operasional yang efisien dan terintegrasi teknologi.
“Wisatawan muda, khususnya Gen Z, memiliki pendekatan yang sangat digital-first dan mengharapkan akomodasi yang terjangkau, dirancang dengan baik, serta konsisten dalam layanan. Fokus kami adalah membangun model operasional yang selaras dengan cara orang Indonesia bepergian saat ini,” ujarnya.
Secara keseluruhan, RedDoorz saat ini mengelola sekitar 4.300 mitra properti di Indonesia dan Filipina, dengan target mencapai 4.700 properti hingga akhir 2026. Di Indonesia, jaringan mitra properti perusahaan telah tersebar di lebih dari 300 kota.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post