youngster.id - Mobilitas perkotaan menjadi isu krusial di berbagai kota besar, termasuk di Indonesia. Pertumbuhan populasi, kepadatan lalu lintas, hingga kebutuhan konektivitas cepat menuntut inovasi transportasi yang lebih cerdas dan terintegrasi.
Menangkap kebutuhan tersebut, PT Bhumi Varta Technology (Bvarta) menawarkan solusi berbasis analisis geospasial dan machine learning untuk membantu operator transportasi merancang layanan yang lebih presisi. Sstartup Indonesia ini menyediakan analisis data geospasial, intelijen lokasi, dan machine learning untuk membantu bisnis mengambil keputusan strategis.
Solusi ini mengantarkan Bvarta meraih dua penghargaan di ajang Indonesia-Japan Fast Track Pitch 2025. Dalam kompetisi pitching lintas negara tersebut, Bvarta berhasil menyabet Juara Pertama untuk Challenge Owner WILLER sekaligus memenangkan Audience Award. Penghargaan ini diraih berkat solusi mobilitas perkotaan berbasis data yang dinilai relevan dan aplikatif dalam menjawab tantangan transportasi modern.
CEO & Founder Bvarta, Martyn Terpilowski, menegaskan arah pengembangan perusahaan tetap berangkat dari kebutuhan industri. Mereka memetakan big data (POI, data seluler) untuk optimasi sales, marketing, dan ekspansi.
“Inovasi berbasis data punya peran penting dalam menjawab tantangan mobilitas modern,” katanya dikutip Kamis (4/3/2026).
Ajang Indonesia-Japan Fast Track Pitch mempertemukan startup dari Indonesia dan kawasan ASEAN dengan korporasi Jepang yang memiliki tantangan bisnis nyata. Program ini diselenggarakan oleh Japan External Trade Organization (JETRO) bersama mitra strategis di Indonesia.
Martyn menyebut penghargaan ini sebagai validasi atas peran penting teknologi dalam mobilitas modern.
“Penghargaan ini menjadi validasi bahwa inovasi berbasis data memiliki peran penting dalam menjawab tantangan mobilitas modern. Ke depan, kami ingin terus menghadirkan solusi yang adaptif, berdampak, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi berbagai industri,” ucapnya.
Salah satu Challenge Owner dalam kompetisi ini adalah WILLER, perusahaan mobilitas asal Jepang yang berfokus pada transportasi publik generasi berikutnya dan konsep Mobility as a Service (MaaS). Tantangan yang diangkat mencakup konektivitas last-mile, mobilitas berkelanjutan, serta peningkatan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.
Menjawab tantangan tersebut, Bvarta menghadirkan solusi berbasis analitik geospasial dan teknologi machine learning melalui platform LOKASI. Solusi yang dipaparkan meliputi rekomendasi titik pemberhentian virtual, prediksi permintaan penumpang berdasarkan data historis, hingga integrasi transportasi multimoda agar perjalanan pengguna menjadi lebih terhubung dan efisien.
Pendekatan berbasis data ini memungkinkan operator transportasi memahami pola pergerakan masyarakat secara lebih akurat, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan. Bvarta berencana untuk ekspansi ke Singapura, Vietnam, dan Jepang.
STEVY WIDIA
