Selasa, 31 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Startup Pitik Kembangkan Teknologi Digital Peternakan Pintar

31 Oktober 2022
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Pitik CoFounders

(ki-ka) Pitik Cofounders Arief Witjaksono dan Rymax Joehana. (Foto: istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - PT Pitik Digital Indonesia (Pitik) bekerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) untuk implementasi teknologi digital dalam bidang peternakan ayam melalui teknologi peternakan pintar (smart farming) dan machine learning.

CEO dan Co-Founder Pitik Arief Witjaksono menjelaskan, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam melakukan proses digitalisasi sektor peternakan ayam di Indonesia.

“Kerja sama ini dilatari karena CPI merupakan perusahaan agro industri terbesar yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1971,” kata Arief dalam siaran pers, Senin (31/10/2022).

Menurut dia, teknologi smart farming Pitik akan dieksplorasi untuk dapat meningkatkan efisiensi farm yang terafiliasi dengan grup CPI di seluruh Indonesia.

COO Pitik Rymax Joehana menyebut kalau pencapaian target berat panen ayam broiler di Indonesia masih tertinggal sebesar 20-30% dari standar peternakan di dunia. Akibatnya, pendapatan peternak lokal masih sangat rendah dan sulitnya bagi peternak maupun konsumen untuk memprediksi waktu panen.

Baca juga :   Kukuh Roxa : Bangun Bisnis Pertanian Yang Ramah Lingkungan

Teknologi smart farming yang dikembangkan oleh Pitik hadir dengan tujuan memecahkan masalah tersebut. Saat ini, Pitik memiliki perangkat IoT (Internet of Things) yang mampu mendeteksi variabel penting di kandang (temperatur, kelembaban, kadar ammonia, kecepatan angin, dsb) secara real-time dan juga terintegrasi dengan sistem manajemen data berbasis cloud yang didukung oleh teknologi machine learning.

“Algoritma machine learning yang kami kembangkan mampu memprediksi siklus produksi yang bermasalah dengan akurasi lebih dari 90%, dan ini sangat berguna untuk memberikan visibilitas ke peternak apa yang akan terjadi di kandangnya sebelum masalah tersebut muncul, sehingga peternak dapat mengambil langkah pencegahan,” kata Rymax.

Ia menambahkan kalau inilah yang membedakan startup Pitik dengan teknologi peternakan dari perusahaan lain. Perangkat teknologi smart farming berupa IoT, Camera Tech berbasis AI (Artificial Intelligence), dan Smart Scale ini telah dilakukan uji coba di 5 lokasi farm dengan total populasi ayam 180 ribu ekor.

“Kami sangat antusias dengan kesempatan untuk berkolaborasi dengan Pitik untuk dapat memodernisasi aktivitas produksi peternakan unggas ini. Berdasarkan observasi yang telah kami lakukan, teknologi smart farming yang dikembangkan oleh Pitik jauh lebih unggul dibandingkan alternatif lain, selain itu dari sisi penggunaan pun paling mengedepankan peternak (farmer-centric) sehingga mudah untuk diimplementasikan,” tutup Antoni, Assistant Vice President (AVP) dari PT Charoen Pokphand Indonesia.

Baca juga :   Zilingo Trade Gandeng EmpatKali Untuk Permudah Belanja Grosir UMKM

Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan Arief Witjaksono dengan Antoni, Assistant Vice President (AVP) dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

“Kami sangat antusias dengan kesempatan untuk berkolaborasi dengan Pitik untuk dapat memodernisasi aktivitas produksi peternakan unggas ini. Berdasarkan observasi yang telah kami lakukan, teknologi smart farming yang dikembangkan oleh Pitik jauh lebih unggul dibandingkan alternatif lain, selain itu dari sisi penggunaan pun paling mengedepankan peternak [farmer-centric] sehingga mudah untuk diimplementasikan,” ungkap Antoni.

Kolaborasi antara Pitik dan CPI ini merupakan respon terhadap tingginya antusiasme peternak ayam di Indonesia untuk menggunakan teknologi smart farming Pitik. Hal ini terlihat dari peningkatan pengguna teknologi Pitik dalam 10 bulan terakhir, telah meningkat delapan kali lipat. Saat ini perangkat sensor IoT Pitik telah terpasang di 500 titik di seluruh Pulau Jawa.

Baca juga :   Noice Buka Kesempatan Bagi Kreator Konten Monetisasi Konten

 

STEVY WIDIA

Tags: digitalisasi sektor peternakan ayampeternakan pintar (smart farming)PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI)PT Pitik Digital Indonesia (Pitik)
Previous Post

Tokopedia Kerjasama Dengan Intel Tingkatkan Kinerja Platform Dan Lonjakan Konsumen

Next Post

IndiHome Hadirkan Kampung Digital di Laweyan Surakarta

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Kampung Digital Laweyan by IndiHome

IndiHome Hadirkan Kampung Digital di Laweyan Surakarta

Canon Semarang PhotoMarathon 2022

Canon Semarang PhotoMarathon 2022 Jadi Wadah Kreativitas Fotografi Mahasiswa dan Pelajar

DGL 2022

Onic Olympus Jadi Jawara Dunia Games League 2022

Discussion about this post

Recent Updates

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version