Jumat, 7 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Technology

Adopsi AI di Indonesia Meningkat 40%, AWS Dorong Penguatan Talenta

7 Agustus 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
AWS - adopsi AI di Indonesia

Country Manager AWS Indonesia, Anthony Amni. (Foto: istimewa/aws)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan pelaku usaha Indonesia terus meningkat. Studi terbaru Unlocking Indonesia’s AI Potential yang dirilis Amazon Web Services (AWS) bersama Strand Partners menunjukkan 40% bisnis di Indonesia kini telah mengadopsi AI, naik dari 28% pada tahun lalu atau tumbuh 43% secara tahunan.

Studi tersebut memperkirakan lebih dari 26 juta bisnis di Indonesia telah memanfaatkan AI. Peningkatan penggunaan AI tersebut mulai memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan, dengan 75% bisnis yang telah mengadopsi AI melaporkan peningkatan produktivitas. Selain itu, 73% responden memperkirakan AI akan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis mereka dalam beberapa tahun mendatang.

Country Manager AWS Indonesia, Anthony Amni, mengatakan Indonesia kini memasuki fase baru dalam perjalanan transformasi AI. Menurutnya, peluang yang dihadirkan AI harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia agar manfaat teknologi tersebut dapat dimaksimalkan.

“Kita harus melihat bahwa ini adalah salah satu peluang yang paling besar untuk generasi muda, sebagaimana AI mengubah dunia, termasuk Indonesia, dan keterampilan baru pun sangat diperlukan,” kata Anthony pada gelar AWS Summit Jakarta 2026, Kamis (6/8/2026) di Jakarta.

Menurut Anthony, meski adopsi AI terus bertumbuh, laporan tersebut menunjukkan sebagian besar perusahaan masih berada pada tahap awal implementasi. Sebanyak 56% organisasi yang telah menggunakan AI masih berada dalam fase eksplorasi atau eksperimen, sedangkan hanya 12% yang telah mengintegrasikan teknologi tersebut secara penuh ke dalam operasional bisnis.

Kesiapan menghadapi gelombang teknologi AI berikutnya juga masih menjadi tantangan. Laporan AWS mencatat baru 14% perusahaan yang merasa siap mengadopsi teknologi seperti AI agentik, AI fisik, dan robotika canggih. Sementara itu, 56% pelaku usaha mengaku kekurangan keterampilan AI dan digital menjadi hambatan utama dalam memperluas penerapan AI di organisasi mereka.

Selain persoalan talenta, tata kelola AI juga masih perlu diperkuat. Hanya 16% organisasi yang telah memiliki fungsi tata kelola AI secara khusus, sementara baru 19% perusahaan yang memiliki kerangka kerja yang jelas untuk mengukur return on investment (ROI) dari implementasi AI. Sebanyak 47% responden menyebut penyusunan kerangka pengukuran tersebut menjadi prioritas berikutnya.

Melihat tantangan tersebut, Vice President of Governance & Compliance AWS Nandini Ramani menilai, investasi pada pengembangan talenta menjadi salah satu faktor penting agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang AI secara maksimal.

“Sejak 2017, AWS telah membantu lebih dari 1,3 juta orang di Indonesia mengembangkan keterampilan cloud dan AI melalui berbagai program pelatihan, kolaborasi dengan institusi pendidikan, serta pengembangan tenaga kerja,” ungkapnya.

Pada Juni 2026, AWS meluncurkan program IndonesiapandAI, yang menyediakan pembelajaran mandiri (self-paced) mengenai cloud dan AI generatif dalam bahasa Indonesia secara gratis bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas tanpa memerlukan pengalaman sebelumnya.

AWS juga menghadirkan MAIN (Mastering AI for Nation-Building), program akselerator karier selama lima bulan bagi pekerja muda di Jawa Barat yang dikembangkan bersama Yayasan Alkademi, Ikatan Alumni ITB, dan BBPVP Bandung di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain itu, AWS juga menjalankan berbagai program pengembangan talenta lainnya, seperti AWS Terampil di Awan, AWS CendekiAwan, AWS & Dicoding Back-End Academy dan AI Academy, AWS re/Start, AWS Academy, AWS Educate, serta AWS Skill Builder yang menyasar pelajar, mahasiswa, pendidik, pengembang perangkat lunak, hingga pekerja yang ingin beralih karier ke bidang teknologi.

“Kami menilai organisasi yang mampu membangun fondasi AI melalui strategi yang jelas, tata kelola yang baik, serta tenaga kerja yang memiliki keterampilan memadai akan lebih siap memanfaatkan gelombang inovasi AI berikutnya,” ucapnya.

Laporan tersebut juga menunjukkan sektor jasa keuangan dan layanan kesehatan menjadi dua industri yang paling maju dalam penerapan AI. Sebanyak 78% organisasi jasa keuangan melaporkan peningkatan produktivitas setelah mengadopsi AI.

 

STEVY WIDIA

Tags: adopsi AIAmazon Web Services (AWS)Artificial IntelligenceAWS Summit Jakarta 2026
Previous Post

Dorong Keamanan Daring, Roblox Luncurkan ‘Family Zone’ untuk Edukasi Keamanan Digital Keluarga

Next Post

Gandeng NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo, Indosat Luncurkan ‘Zankore’ Bangun AI Factory 1 GW

Related Posts

Alibaba Qwen3.8-Max AI
Technology

Alibaba Meluncurkan Qwen3.8-Max: Model AI Multimodal Berkapasitas 2,4 Triliun Parameter

6 Agustus 2026
0
SanggaTech for Her Sanggabiz
Startup & Entrepreneurship

Dorong Inklusi dan Kemandirian Digital, Sanggabiz Luncurkan Program ‘SanggaTech for Her’ Berbasis AI

6 Agustus 2026
0
Nodeflux ekspansi global AI
Technology

Nodeflux Perkuat Ekspansi Pasar Global Lewat Teknologi ‘Sovereign AI’ dan Satelit Radar

6 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
Indosat Zankore AI Factory

Gandeng NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo, Indosat Luncurkan 'Zankore' Bangun AI Factory 1 GW

Discussion about this post

Recent Updates

Indosat Zankore AI Factory

Gandeng NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo, Indosat Luncurkan ‘Zankore’ Bangun AI Factory 1 GW

7 Agustus 2026
AWS - adopsi AI di Indonesia

Adopsi AI di Indonesia Meningkat 40%, AWS Dorong Penguatan Talenta

7 Agustus 2026
Roblox Family Zone

Dorong Keamanan Daring, Roblox Luncurkan ‘Family Zone’ untuk Edukasi Keamanan Digital Keluarga

7 Agustus 2026
Erajaya Circular Retail Ecosystem

Bangun ‘Circular Retail Ecosystem’, Erajaya Kelola 54 Ton Limbah dan Ribuan Unit E-Waste

7 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Indosat Zankore AI Factory

Gandeng NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo, Indosat Luncurkan ‘Zankore’ Bangun AI Factory 1 GW

7 Agustus 2026
AWS - adopsi AI di Indonesia

Adopsi AI di Indonesia Meningkat 40%, AWS Dorong Penguatan Talenta

7 Agustus 2026
Roblox Family Zone

Dorong Keamanan Daring, Roblox Luncurkan ‘Family Zone’ untuk Edukasi Keamanan Digital Keluarga

7 Agustus 2026
Erajaya Circular Retail Ecosystem

Bangun ‘Circular Retail Ecosystem’, Erajaya Kelola 54 Ton Limbah dan Ribuan Unit E-Waste

7 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version