AI Jadi “Staf Digital” UKM, WhatsApp Buka Layanan Pelanggan 24 Jam

Vice President of India & Southeast Asia at Meta Sandhya Devanathan pada WhatsApp Business Summit Indonesia 2026 di Jakarta. (Foto: stevywidia/youngster)

youngster.id - Kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi dengan bisnis melalui layanan percakapan terus meningkat. Di Indonesia, 71% masyarakat kini mengirim pesan kepada bisnis setiap hari, menunjukkan bahwa aplikasi perpesanan telah menjadi salah satu kanal penting bagi konsumen untuk mencari informasi, mendapatkan rekomendasi, hingga melakukan transaksi.

Di tengah perubahan tersebut, kemampuan bisnis untuk merespons pelanggan di luar jam operasional menjadi tantangan, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia. Untuk itu, WhatsApp menghadirkan Meta Business Agent, agen kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu bisnis melayani pelanggan selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

Country Director Meta Indonesia Pieter Lydian mengatakan, WhatsApp kini bukan hanya menjadi aplikasi untuk berkirim pesan.

“WhatsApp telah berkembang menjadi platform untuk membangun bisnis yang dapat membantu perusahaan mendapatkan pelanggan, mendorong penjualan dan membangun loyalitas,” katanya pada WhatsApp Business Summit Indonesia 2026, Selasa (11/8/2026) di Jakarta.

Meta Business Agent Platform memungkinkan perusahaan memanfaatkan AI untuk menangkap prospek, memberikan rekomendasi yang lebih personal, serta membantu proses pembelian langsung dalam percakapan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan meningkatkan konversi sekaligus menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih relevan.

Pada kesempatan itu, Vice President of India & Southeast Asia at Meta Sandhya Devanathan mengatakan, WhatsApp telah menjadi bagian dari aktivitas bisnis masyarakat Indonesia, mulai dari memesan makanan hingga merencanakan perjalanan.

“Di Indonesia, WhatsApp bukan sekadar aplikasi perpesanan, melainkan tempat masyarakat memesan makanan, merencanakan perjalanan, dan terhubung dengan bisnis yang mereka percayai,” ungkapnya.

Kini, Meta Business Agent terintegrasi langsung dengan aplikasi WhatsApp Business bagi UKM. Agen AI ini dapat dilatih untuk menjawab pertanyaan spesifik mengenai bisnis, memberikan rekomendasi produk berdasarkan katalog, menjadwalkan janji temu, mengidentifikasi calon pelanggan, hingga membantu menyelesaikan proses penjualan. Bahkan, ketika pelanggan membutuhkan bantuan lebih lanjut, percakapan dapat dialihkan kepada anggota tim untuk mendapatkan dukungan secara langsung.

“Meta Business Agent membantu bisnis hadir dalam berbagai momen tersebut melalui percakapan berbasis AI yang cepat, personal, dan tersedia 24 jam sehari,” ujarnya.

Secara global, Sandhya menyebut lebih dari 1 juta bisnis telah menggunakan Meta Business Agent di WhatsApp dan Messenger setiap minggunya.

Adopsi teknologi ini juga didukung oleh tingginya penerimaan masyarakat terhadap agen AI. Sebanyak 83% masyarakat Indonesia mengatakan agen AI membantu mereka mendapatkan apa yang dibutuhkan dengan lebih cepat dan efisien.

Sejumlah UKM di Indonesia yang telah mengaktifkan Meta Business Agent mulai merasakan dampak yang signifikan. Mastung, sebuah agensi kreatif digital yang beroperasi secara nasional, mencatat peningkatan penjualan sebesar 65,4% setelah mengaktifkan Meta Business Agent yang dapat melayani pelanggan ketika tim penjualan mereka berada di luar jam operasional.

“Sebagai usaha kecil, kami tidak memiliki tim penjualan yang dapat melayani pelanggan selama 24/7. Meta Business Agent membantu kami mengatasi tantangan tersebut dengan melanjutkan percakapan saat tim kami berada di luar jam operasional—baik di malam hari maupun akhir pekan,” ujar Untung Surapati, pemilik Mastung.

Menurutnya, agen AI tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan pelanggan, tetapi juga membantu proses pembelian.

“Mulai dari menjawab pertanyaan pelanggan, hingga membantu pelanggan menyelesaikan pembelian. Sejak kami menggunakan Meta Business Agent, tingkat konversi penjualan kami meningkat sebesar 65%,” ujarnya lagi.

Dampak serupa juga terlihat pada Queensi, brand kecantikan dan kesehatan di bawah Sastro Group. Penggunaan Meta Business Agent membuat Queensi mampu menangani percakapan dengan pelanggan hingga 250% lebih banyak tanpa menambah jumlah staf, sekaligus mempertahankan tingkat konversi penjualan.

Founder & CEO Sastro Group Mega Putra Md mengatakan, agen AI juga membantu bisnis meningkatkan peluang penjualan.

“Sejak menggunakan Meta Business Agent, kami mampu menangani 250% lebih banyak percakapan pelanggan untuk brand Queensi dibandingkan sebelumnya tanpa harus menambah jumlah staf, sekaligus tetap menjaga kualitas layanan,” ujar Mega.

Dengan semakin tingginya kebiasaan konsumen berkomunikasi dengan bisnis melalui pesan instan, kehadiran agen AI menunjukkan bahwa interaksi antara pelanggan dan bisnis mulai bergerak menuju layanan yang tidak lagi terbatas oleh jam operasional. Bagi UKM, AI bukan hanya menjadi alat untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat berperan sebagai “staf digital” yang membantu memberikan rekomendasi, mendukung penjualan, dan membangun pengalaman pelanggan secara lebih personal.

 

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version