youngster.id - Operator pusat data asal Singapura, BDx Data Centers, resmi memulai pembangunan kampus pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence) berkapasitas 640 MW bernama AI Campus 2 (CGK4) di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Proyek infrastruktur AI skala besar ini dirancang untuk memenuhi lonjakan permintaan komputasi berdensitas tinggi seiring meningkatnya adopsi generative AI, large language models (LLM), dan pemrosesan data intensif di Asia Tenggara.
Pengembangan kawasan komputasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga tahun dan mencakup enam bangunan utama secara bertahap.
Teknologi Pendingin Chip dan Daya Listrik 845 MVA PLN
Pembangunan tahap awal difokuskan pada Gedung 1 yang memiliki kapasitas IT hingga 120 MW. Fase pertama yang sudah terkontrak ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.
Untuk menopang akselerator AI generasi terbaru, CGK4 menerapkan teknologi pendingin cair direct-to-chip liquid cooling. Sistem ini mampu menangani beban daya hingga 500 kW per rak, jauh melampaui kemampuan pendingin udara pada pusat data konvensional.
Dari sisi pasokan energi, BDx telah mengamankan kapasitas listrik sebesar 845 MVA dari PLN. Alokasi ini merupakan bagian dari total pasokan listrik 1,2 GVA yang disiapkan BDx untuk seluruh kawasan AI-ready miliknya di Indonesia. BDx juga menjajaki kerja sama pemanfaatan tenaga air bersama Perum Jasa Tirta (PJT) guna menyediakan sumber energi rendah karbon.
CEO BDx Data Centers, Mayank Srivastava, menyatakan bahwa CGK4 merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem digital nasional.
“Indonesia tengah memasuki fase baru pembangunan digital dan AI, dan CGK4 merupakan investasi jangka panjang pada infrastruktur yang dibutuhkan pada fase tersebut. Kawasan ini menjadi jangkar bagi ekosistem AI yang tumbuh di Jawa Barat,” ujar Mayank, Selasa (22/9/2026).
Sertifikasi NVIDIA DGX-Ready dan Kedaulatan Data
CGK4 tercatat sebagai kampus pusat data pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikasi program kolokasi NVIDIA DGX-Ready, menepis keraguan atas kesiapan teknis fasilitas ini dalam menjalankan sistem AI berkinerja tinggi besutan NVIDIA.
Ekspansi infrastruktur AI oleh BDx ini didukung fasilitas pinjaman senilai US$320 juta yang diperoleh pada 2026. Di Indonesia, BDx beroperasi melalui BDx Indonesia—perusahaan patungan (joint venture) bersama Indosat Ooredoo Hutchison dan Lintasarta.
CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menekankan pentingnya kehadiran fasilitas ini bagi kedaulatan data dan ekonomi digital nasional.
“Ini adalah langkah nyata bagi ekonomi digital Indonesia. Kami menghadirkan infrastruktur AI yang berdaulat dan berdensitas tinggi bersama para mitra nasional,” kata Agus.
Pembangunan pusat data ini memungkinkan perusahaan lokal, pengembang, hingga instansi pemerintah untuk menjalankan workload AI tingkat lanjut di dalam negeri tanpa bergantung pada fasilitas luar negeri.
STEVY WIDIA
