28 Perusahaan di Indonesia Masuk Daftar Fortune 100 Best Companies to Work For Southeast Asia 2026

Indosat Ooredoo Hutchison

28 Perusahaan di Indonesia Masuk Daftar Fortune 100 Best Companies to Work For Southeast Asia 2026 (Foto: Istimewa)

youngster.id - Sebanyak 28 perusahaan teruji dan bersertifikasi di Indonesia berhasil menembus daftar Fortune 100 Best Companies to Work For Southeast Asia 2026 yang dirilis oleh Fortune dan Great Place To Work. Pemeringkatan edisi kedua untuk kawasan Asia Tenggara ini didasarkan pada hasil survei rahasia yang melibatkan 1.322.537 karyawan dari 10 negara di Asia Tenggara.

Indosat Ooredoo Hutchison memimpin perwakilan perusahaan asal Indonesia (homegrown) dengan melonjak dari peringkat #59 ke peringkat #50. Perusahaan telekomunikasi yang kini melayani sekitar 94 juta pelanggan tersebut terus bertransformasi menjadi AI-native telco dengan membangun infrastruktur awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI) di samping jaringan selulernya.

Managing Director Great Place To Work Southeast Asia and ANZ, Evelyn Kwek, menegaskan bahwa keunggulan budaya kerja menjadi kunci utama dalam mengubah potensi tenaga kerja di Indonesia menjadi kinerja produktif.

“Tenaga kerja Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, tetapi perusahaan membutuhkan budaya kerja yang kuat untuk mengubah potensi tersebut menjadi kinerja nyata. Seiring investasi perusahaan pada teknologi baru, budaya kerja sangat krusial untuk mentransformasikan investasi tersebut menjadi produktivitas yang lebih tinggi dan keunggulan kompetitif. Kenaikan posisi Indosat ke peringkat 50 dalam daftar Fortune tahun ini menyoroti pentingnya budaya kerja yang kuat di saat perusahaan mengejar ambisi teknologinya,” ujar Evelyn, Selasa (3/11/2026).

Ekosistem Industri Multi-Sektor dan Investasi SDM

Cakupan perwakilan di Indonesia juga mencerminkan besarnya komitmen investasi pemberi kerja global papan atas di tanah air. Jajaran entitas multinasional yang bersertifikasi di Indonesia berhasil mendominasi sepuluh besar kawasan regional, di antaranya DHL (#1), Hilton (#2), Marriott International (#3), Cisco (#4), Capella Hotels and Resorts (#5), Schneider Electric (#6), dan Allianz (#10).

Sektor manufaktur menjadi kontributor terbesar di antara 28 perusahaan perwakilan Indonesia, dipimpin oleh Syngenta (#13) serta diikuti oleh SC Johnson (#52), Alcon (#58), dan Universal Robina Corporation (#82). Sektor kesehatan dan farmasi turut memperkuat keterwakilan Indonesia melalui kehadiran Servier (#25), MSD (#49), Medtronic (#54), Becton Dickinson (#93), dan Galderma (#98).

Evelyn menambahkan bahwa keberhasilan transformasi industri nasional sangat bergantung pada pengembangan kapabilitas sumber daya manusia yang berjalan beriringan dengan ekspansi infrastruktur fisik.

“Transformasi yang sukses bergantung pada pengembangan kapabilitas manusia yang sejalan dengan investasi infrastruktur. Investasi pada SDM dan infrastruktur ini membantu Indonesia membangun industri yang lebih kuat serta menciptakan lebih banyak peluang bagi karyawan untuk berkontribusi sekaligus menikmati hasil pertumbuhan ekonomi negara,” tutup Evelyn.

 

HENNI S.

Exit mobile version