Perkuat Akses Modal Startup Halal, Konsorsium I-HIVE Diluncurkan

I-HIVE startup halal

Perkuat Akses Modal Startup Halal, Konsorsium I-HIVE Diluncurkan (Foto: Istimewa)

youngster.id - Peluncuran Indonesia Halal Innovation and Venture Ecosystem (I-HIVE) menjadi tonggak penting dalam penguatan industri halal nasional. Inisiatif strategis ini hadir untuk menjembatani para founder startup halal di Indonesia agar memperoleh akses pendanaan lokal maupun global secara terstruktur dan berkelanjutan.

Inisiatif I-HIVE mengandalkan kekuatan kolaborasi dengan merangkul 26 mitra kunci. Konsorsium ini melibatkan Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bappenas, lima kementerian teknis, hingga asosiasi industri, lembaga riset, universitas, serta investor.

Langkah ini diambil di tengah besarnya potensi pasar halal nasional dan global. Laporan State of the Global Islamic Economy Report 2025/2026 mencatat belanja konsumen Muslim di enam sektor ekonomi riil diperkirakan menembus US$3,56 triliun pada 2029, di mana Indonesia saat ini berada di peringkat empat dunia. Selain itu, data Bank Indonesia mencatat halal value chain nasional tumbuh 5,5% (year-on-year) pada Q2 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Direktur Inkubasi Bisnis Syariah KNEKS, Helma Agustiawan, menegaskan pentingnya wadah kolaboratif ini untuk mempercepat penetrasi modal syariah bagi pelaku usaha domestik.

“Startup halal Indonesia memiliki produk yang diminati pasar dengan basis lebih dari 200 juta konsumen Muslim. Tantangan utamanya adalah akses terhadap investor yang memahami bisnis berbasis syariah dan bersedia mendampingi pertumbuhan mereka. I-HIVE menyatukan regulator, investor, dan founder dalam satu platform agar modal lokal, regional, hingga Kawasan Teluk dapat menjangkau inovator Indonesia secara lebih cepat,” ujar Helma, dikutip Sabtu 31/10/2026).

Arsitektur Ekosistem dan Sinergi Mitra Investasi Global

I-HIVE dirancang sebagai jalur terpadu (single pipeline) yang mendampingi startup mulai dari tahap pembentukan inovasi, inkubasi, kesiapan halal dan investasi, hingga perluasan skala pasar. Inisiatif ini melingkupi delapan pemangku kepentingan utama, termasuk lembaga keuangan sosial Islam dan jaringan internasional, serta menjalankan sandbox khusus inovasi halal sesuai peta jalan KNEKS 2026–2030.

Sejumlah mitra investasi global dan regional turut memperkuat pilar pendanaan I-HIVE. Salah satunya adalah HASAN.VC, dana ventura tahap awal berkedudukan di Labuan yang didukung oleh angel investor, family office, dan dana wakaf dari Asia Tenggara, Kawasan Teluk, hingga Amerika Utara. Sebagai salah satu investor paling aktif dengan portofolio mencapai 15 startup di Indonesia, HASAN.VC mencatatkan lonjakan nilai kesepakatan transaksi dari Rp3,4 miliar pada 2024 menjadi Rp35 miliar (sekitar US$2 juta) pada 2026.

Di samping itu, Moria Ventures hadir sebagai perusahaan investasi syariah berbasis di Jakarta yang menghubungkan pemodal asal Arab Saudi dan Kawasan Teluk dengan pasar Indonesia. Managing Partner Moria Ventures, Husni M. Bajamal, menyebut I-HIVE sebagai struktur ideal untuk menyalurkan modal, teknologi, dan talenta dua arah antara Kawasan Teluk dan Indonesia.

Melengkapi sinergi global tersebut, PUM Netherlands asal Belanda turut membawa jaringan lebih dari 1.200 ahli independen untuk memberikan pendampingan teknis sekaligus membuka akses pasar Eropa bagi startup binaan I-HIVE.

General Partner HASAN.VC, Umar Munshi, menambahkan bahwa pasar Indonesia memerlukan modal yang sabar (patient capital) serta partisipasi aktif investor domestik guna meningkatkan kepercayaan investor global dalam membangun ekosistem digital berbasis ekonomi syariah yang berkelanjutan. (*AMBS)

 

Exit mobile version