youngster.id - Mekari Talenta, penyedia Cloud HCM Software di Indonesia, memperluas kapabilitas kecerdasan buatan (AI) miliknya guna mentransformasi peran tim Human Resources (HR). Melalui pembaruan ini, platform digital tersebut berkomitmen membantu para profesional HR keluar dari lingkaran kerja administratif rutin untuk beralih menjadi mitra strategis yang berkontribusi langsung pada keputusan bisnis perusahaan.
Langkah ini sejalan dengan tren global. Riset PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 mencatat 69% pekerja di Indonesia sudah mulai menggunakan AI di tempat kerja. Sementara itu, laporan Mercer Global Talent Trends 2026 terhadap hampir 12.000 eksekutif global mengungkapkan bahwa mendesain ulang pekerjaan dengan mengintegrasikan AI dan otomatisasi menjadi prioritas utama C-suite (63%) guna mendongkrak performa investasi bisnis.
Chief Executive Officer Mekari, Suwandi Soh, menegaskan bahwa kehadiran teknologi ini bukan untuk menggeser peran manusia.
“Kami membangun Mekari dengan satu keyakinan: bisnis Indonesia layak punya tools sekelas enterprise global, tetapi dengan pemahaman lokal yang mendalam. AI tidak menggantikan peran HR, namun ia membebaskan mereka dari pekerjaan administratif yang berulang, sehingga mereka bisa kembali ke peran terpentingnya: membangun manusia,” jelas Suwandi, dikutip Kamis (25/6/2026).
Fitur Unggulan AI Mekari Airene di Meja Kerja HR
Melalui integrasi inti AI bernama Mekari Airene, platform ini mengotomatisasi berbagai fungsi harian secara real-time di latar belakang sistem melalui beberapa fitur kunci. Pertama, terdapat Mekari Airene HR Copilot yang berfungsi sebagai asisten berbasis AI untuk menjawab pertanyaan kompleks seputar data SDM, seperti analisis lembur atau THP terbesar, dalam Bahasa Indonesia hanya dalam hitungan detik.
Selain itu, fitur Performance Review Summarization hadir untuk memangkas waktu pembuatan rangkuman ulasan performa karyawan hingga 70%. Untuk pengelolaan risiko talenta, fitur Turnover Prediction mampu menganalisis data perilaku dan produktivitas karyawan demi memprediksi siapa saja yang berisiko mengundurkan diri (resign) dalam 30 hari ke depan sehingga perusahaan dapat melakukan intervensi dini.
Keamanan operasional juga diperketat lewat Auto Reimbursement AI dan Liveness Attendance yang bertugas memvalidasi struk belanja secara otomatis sekaligus mendeteksi fraud (kecurangan), serta memverifikasi kehadiran berbasis wajah untuk mencegah manipulasi absensi.
Terakhir, manajemen talenta didukung oleh Fitur Rekrutmen Pintar yang sudah dilengkapi dengan kapabilitas Candidate Matching, CV Parser otomatis untuk menyaring ribuan berkas lamaran, hingga pengelolaan Talent Pool yang efisien.
Dampak Nyata di Lapangan: Efisiensi Absensi Naik 85%
Implementasi kapabilitas ini telah memberikan hasil terukur di industri. Salah satu klien Mekari Talenta di sektor aesthetic clinic dengan lebih dari 1.400 karyawan di 49 cabang berhasil mencatatkan peningkatan efisiensi pengelolaan absensi hingga 85% setelah mengaktifkan fitur AI Liveness Validation.
Tidak hanya mendongkrak kedisiplinan, integrasi ini membuat 90% komponen perhitungan payroll berjalan otomatis, memangkas proses penarikan data yang semula rumit menjadi hanya dalam waktu lima menit.
Head of Business Mekari Talenta, Stevens Jethefer, menambahkan bahwa adopsi AI di sektor HR berdampak langsung pada kualitas keputusan korporasi.
“Ketika screening kandidat berjalan otomatis, validasi reimbursement dibantu AI, dan data karyawan tersaji jelas, tim HR bisa fokus pada hal yang benar-benar butuh penilaian manusia. Itulah yang membuat HR naik kelas,” pungkas Stevens.
Sebagai bagian dari ekosistem digital Mekari yang telah tersertifikasi internasional ISO 27001, data dari Mekari Talenta mengalir secara mulus tanpa rekonsiliasi manual ke produk lain, seperti Mekari Sign (kontrak digital), Mekari Jurnal (pembukuan), hingga Mekari Klikpajak.
STEVY WIDIA
