youngster.id - Raksasa teknologi global, Tencent Cloud, resmi memperluas jangkauan solusi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agent internasionalnya ke pasar Indonesia. Ekspansi ini diumumkan dalam perhelatan AI Executive Day summit di Jakarta, yang mempertemukan lebih dari 150 pemimpin perusahaan dan eksekutif teknologi Tanah Air.
Langkah ini merespons tingginya antusiasme pasar domestik, di mana studi industri terbaru mencatat 57% perusahaan di Indonesia menempatkan AI sebagai prioritas strategis utama tahun ini, dan 66% di antaranya berencana memperkuat fokus pada teknologi agentic AI. Melalui rangkaian solusi baru ini, Tencent Cloud membantu tim korporasi mengotomatisasi alur kerja multitahap, melampaui kemampuan chatbot konvensional.
Luncurkan Tencent WorkBuddy dan Design Miora
Dua solusi utama yang menjadi sorotan dalam peluncuran ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan produktivitas dan industri kreatif. Solusi pertama adalah Tencent WorkBuddy, sebuah platform workspace berbasis agentic AI yang mampu mengubah satu instruksi tunggal menjadi hasil kerja matang secara instan. Alat ini membantu pengguna kantor mengoordinasikan agen pintar untuk kebutuhan riset pasar, analisis, hingga ilustrasi data yang didukung oleh keahlian khusus di bidang keuangan, hukum, dan pemasaran.
Selain fleksibel karena dapat terintegrasi dengan berbagai model besar melalui API, WorkBuddy juga dapat dikelola jarak jauh via Discord, Slack, serta Telegram, dan telah sukses menembus 8,85 juta pengguna aktif bulanan pada bulan pertama peluncurannya di pasar domestik Tiongkok.
Solusi kedua adalah Tencent Design Miora, sebuah studio kreatif berbasis AI-native yang dilengkapi fitur memori persisten untuk menjaga konsistensi visual brand atau kampanye pemasaran. Hanya melalui satu instruksi bahasa alami (natural language), Miora secara cerdas mampu mengoordinasikan berbagai keahlian untuk menghasilkan paket aset siap pakai mulai dari grafis, video, format 3D, hingga antarmuka pengguna (UI). Kehadiran inovasi ini terbukti efektif memangkas siklus produksi kreatif yang biasanya memakan waktu hitungan minggu menjadi hanya beberapa jam saja.
Untuk mengimbangi lonjakan konsumsi token akibat operasional AI, Tencent Cloud juga menghadirkan TokenHub, platform Model-as-a-Service yang menyediakan gerbang API ke berbagai model bahasa besar terkemuka. Platform ini mempermudah efisiensi biaya dan performa lewat alokasi token yang fleksibel.
Vice President of Tencent Cloud dan Vice President of APAC Tencent Cloud International, Jimmy Chen, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan untuk pasar Indonesia.
“Dengan agen pintar seperti WorkBuddy dan Miora, kami membantu perusahaan lokal mengalihkan pekerjaan administratif yang berat ke AI, sehingga tim mereka dapat lebih fokus pada keputusan cerdas dan inovasi,” ungkap Jimmy, Rabu (15/7/2026).
Perkuat Transformasi Cloud XLSMART, GoTo, hingga Sektor Finansial
Dalam KTT tersebut, Tencent Cloud turut menyoroti kemitraan strategisnya bersama operator telekomunikasi XLSMART dalam proyek modernisasi infrastruktur cloud berskala besar tanpa waktu henti (zero downtime). Implementasi AI diterapkan untuk memangkas pekerjaan teknis yang berulang dan meningkatkan efisiensi operasional digital mereka.
“Bagi bisnis yang melayani puluhan juta pelanggan, nilai nyata dari transformasi ini adalah kelincahan untuk bergerak lebih cepat, meluncurkan layanan lebih awal, dan terus berkembang tanpa disrupsi,” ujar Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information Technology Officer XLSMART.
Selain XLSMART, Tencent Cloud baru-baru ini menuntaskan migrasi cloud besar-besaran untuk GoTo dengan memindahkan lebih dari 1.000 layanan on-demand ke fondasi baru yang lebih tangguh.
Di sektor jasa keuangan, infrastruktur basis data TDSQL milik Tencent Cloud telah menyokong operasional inti Bank Neo Commerce, solusi eKYC untuk verifikasi jarak jauh BRI, jaringan pengiriman konten (CDN) untuk menjaga kecepatan dompet digital DANA, serta teknologi regenerasi konten dan verifikasi telapak tangan (palm-based verification) untuk Telkomsel. Seluruh ekosistem ini ditopang oleh tiga zona ketersediaan (availability zones) lokal milik Tencent Cloud di Indonesia.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post