youngster.id - Perusahaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) asal Tiongkok yang tengah naik daun, DeepSeek, dilaporkan mulai mematangkan persiapan untuk melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Melansir laporan Bloomberg, perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini membidik pencatatan saham di bursa domestik Tiongkok (mainland) dengan target pengajuan dokumen pada akhir tahun 2026 atau awal 2027 agar bisa melantai resmi pada tahun 2027.
Startup pionir ini dikabarkan sedang intens berkonsultasi dengan lembaga penasihat perbankan dan akuntansi guna merampungkan laporan keuangan per Desember mendatang sebagai syarat wajib pendaftaran IPO.
Selain bersiap melantai di bursa, DeepSeek juga dilaporkan sedang bernegosiasi dengan sejumlah investor baru untuk menggalang dana segar (private funding) tambahan. Putaran pendanaan baru ini menargetkan valuasi awal (pre-money valuation) sedikitnya mencapai 480 miliar yuan atau setara US$71 miliar (sekitar Rp1.100 triliun). Angka ini melonjak tajam dibanding awal Juni lalu saat DeepSeek menutup putaran pendanaan eksternal pertamanya senilai US$7 miliar dengan valuasi sekitar US$50 miliar.
Saingi OpenAI dan Anthropic dengan Efisiensi Biaya
Didirikan pada tahun 2023, DeepSeek dengan cepat mencuri perhatian lanskap teknologi global setelah merilis model bahasa besar (Large Language Model) yang diklaim jauh lebih efisien dan ekonomis dibandingkan kompetitor Barat.
Bahkan pada Juni lalu, DeepSeek berhasil memproses hampir 23% dari total volume token di pintu gerbang (gateway) AI korporat Vercel, mendekati Anthropic yang menguasai 32% pangsa pasar. Keunggulan operasional DeepSeek didukung oleh infrastruktur layanan awan (cloud) yang berjalan di atas prosesor milik Huawei Technologies.
Di belakang startup ini, berdiri sejumlah investor raksasa seperti Tencent Holdings, Contemporary Amperex Technology Co (CATL), serta Dana Investasi Industri Kecerdasan Buatan Nasional Beijing. Kepada para calon investor, manajemen senior DeepSeek menegaskan komitmen mereka untuk tetap memprioritaskan riset AI fundamental yang mendobrak dibanding sekadar mengejar komersialisasi jangka pendek.
Peta Persaingan IPO Pasar AI Global
Langkah agresif DeepSeek melirik pasar modal semakin memanaskan perlombaan teknologi kecerdasan buatan global. Tren ini menyusul langkah dua raksasa AI asal Amerika Serikat, OpenAI dan Anthropic, yang telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia (confidential filing) pada Juni 2026 dengan target valuasi fantastis hingga US$1 triliun.
Peta persaingan industri teknologi kian gemerlap setelah perusahaan kedirgantaraan Elon Musk, SpaceX—yang menaungi xAI pengembang chatbot Grok—resmi melantai di bursa saham pada 12 Juni 2026. Aksi tersebut mencatatkan sejarah sebagai IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dengan perolehan dana mencapai US$86 miliar.
Meski pihak DeepSeek memilih untuk tidak memberikan komentar resmi terkait rencana IPO ini, sejumlah pengamat industri meyakini bahwa langkah perusahaan masuk ke pasar publik akan mengubah dinamika model bahasa terbuka (open-source) dan privat di tingkat global, terlepas dari ketatnya batasan regulasi geopolitik saat ini. (*AMBS)

















Discussion about this post