youngster.id - Emiten infrastruktur menara telekomunikasi Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), memperkuat portofolio digitalnya. Melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Grup Djarum resmi meningkatkan kendali langsung atas emiten Internet Service Provider (ISP) PT Remala Abadi Tbk (DATA) hingga menjadi 51%.
Sekretaris Perusahaan DATA, Adrian Renaldy, mengonfirmasi bahwa Protelindo telah meneken perjanjian jual beli saham pada 13 Juli 2026. Total dana yang digelontorkan Protelindo dalam transaksi ini mencapai Rp700 miliar.
Dalam keterbukaan informasi, Direktur Utama Remala Abadi, Agus Setiono, memaparkan bahwa Protelindo mencaplok saham DATA dari dua pihak. Pertama, Protelindo membeli seluruh porsi saham milik entitas afiliasinya, PT iForte Solusi Infotek (iForte), sebanyak 550 juta lembar atau setara 40% saham dengan harga Rp974 per saham.
Kedua, Protelindo membeli 151,25 juta lembar atau 11% saham DATA dari Verah Wahyudi Singgih Wong dengan harga Rp1.091 per saham. Sebelum transaksi internal ini, Protelindo belum menggenggam saham DATA secara langsung, melainkan tidak langsung melalui iForte.
“Perseroan dengan ini memberitahukan adanya perubahan susunan pemegang saham perseroan,” kata Agus, dikutip Rabu (15/7/2026).
Pascatransaksi, komposisi kepemilikan DATA berubah menjadi Protelindo sebesar 51%, Verah Wahyudi Singgih Wong menyisakan 29%, dan porsi publik/masyarakat sebesar 20% (termasuk di dalamnya kepemilikan Djoni 3,45% dan Kishore Kumar 1,16%). Kendati ada pergeseran kepemilikan langsung, Agus menegaskan transaksi ini tidak mengubah pengendali akhir perseroan karena DATA tetap berada di bawah payung TOWR (Grup Djarum).
Raih Kucuran Kredit Perbankan Bernilai Jumbo
Bersamaan dengan perubahan struktur pemegang saham pengendali, PT Remala Abadi Tbk juga mengumumkan telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dari tiga bank nasional. Dalam komitmen ini, Protelindo bertindak sebagai penjamin penuh (corporate guarantee) atas seluruh kewajiban finansial DATA.
Tiga institusi perbankan yang mengucurkan kredit tersebut meliputi Bank SMBC Indonesia, Bank QNB Indonesia, dan Bank Permata. Bank SMBC Indonesia memberikan dukungan finansial berupa fasilitas pinjaman berjangka sebesar Rp250 miliar beserta fasilitas revolving atau bergulir senilai Rp150 miliar.
Sementara itu, Bank QNB Indonesia menyalurkan fasilitas pinjaman berjangka dan bergulir dengan total nilai Rp150 miliar. Dukungan pendanaan terbesar datang dari Bank Permata yang mengucurkan fasilitas pinjaman berulang senilai Rp100 miliar serta pinjaman berjangka dengan nilai fantastis mencapai Rp500 miliar.
Agresivitas Ekspansi Bisnis Grup Djarum
Langkah akuisisi mayoritas saham ISP ini semakin menegaskan agresivitas ekspansi bisnis non-rokok milik konglomerasi Djarum. Berdasarkan data pergerakan korporasi, grup ini tergolong sangat gencar melakukan diversifikasi aset di berbagai sektor riil.
Sebelum memperkokoh cengkeraman di infrastruktur internet digital, Grup Djarum telah mencuri perhatian pasar dengan mencaplok jaringan restoran legendaris PT Griya Mie Sejati (pengelola Bakmie GM) pada Desember 2024. Pergerakan ekspansif berlanjut pada kuartal pertama 2026, ketika mereka resmi mengambil alih merek teh ikonis SariWangi dari raksasa consumer goods PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (*AMBS)

















Discussion about this post